RADARSUMEDANG.ID – UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) terus mencetak angkatan kerja guna mengatasi permasalahan tingginya angka pengangguran.
Pasalnya pandemi Covid-19 telah melahirkan angka pengangguran baru sehingga Pemerintah Daerah harus memasukan mereka kedalam Non-DTKS atau kategori miskin baru.
Karenanya, untuk mengatasi hal itu, perlahan Kepala UPTD BLK Disnakertrans Sumedang, Irma Dewi Agustin kembali menjaring para generasi milenial untuk mencetak angkatan kerja di era globalisasi melalui pelatihan skill multimedia.
“Kita menyadari bahwa kemampuan di bidang IT saat ini betul-betul sangat dibutuhkan. Apalagi rata-rata orang sudah punya smartphone dan derasnya arus media sosial. Maka kita ingin mencetak generasi muda yang mempunyai skill dalam bidang, itu salah satunya mengenai multimedia,” kata Irma di kantor UPTD BLK Sumedang, Desa Rancamulya, Kecamatan Sumedang Utara, Senin (20/9).
Adapun pelatihan yang dibuka oleh BLK saat ini khususnya mengenai multimedia, para peserta akan dilatih kemampuannya selama 28 hari untuk mempelajari dasar-dasar desain grafis dan marketing secara online.
“Untuk melatih para peserta, kami fasilitasi mereka dengan mendatangkan dari STIMIK UNSAP. Para peserta akan digembleng bagaimana melihat peluang usaha secara digital sekaligus bagaimana membuat konten positif untuk mempromosikan sebuah produk,” ujarnya.
Irma juga menyadari, pasar kerja saat ini memungkinkan para angkatan kerja mesti mempunyai kemampuan yang mumpuni.
“Keahlian adalah hal utama untuk bekerja. Karena sejatinya, tanpa kompetensi seperti itu kita hanya akan menjadi penonton atau bahkan ada di posisi bawah yang tidak bisa apa-apa. Bahkan dari 500.000 angkatan kerja di Sumedang, sebelum pandemi Covid-19 saja angka pengangguran sudah mencapai sekitar 63.000 orang, apalagi sekarang makin bertambah,” sebut Irma.
Oleh karenanya, Irma meminta kepada para peserta agar tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Mengingat tidak semua orang bisa masuk ke BLK, lantaran hanya orang yang memenuhi kualifikasi dan motivasi yang besar untuk betul-betul siap menghadapi pasar kerja.
“Setiap tahun ada ratusan orang yang diberikan keahlian, keterampilan, pelatihan. Orang kalau datang ke BLK sulit, dia harus dites psikologi sehingga bisa ketahuan layak atau tidak, atau hanya ingin main-main,” tandasnya. (jim)







