RADARSUMEDANG.ID – Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir akhirnya berdialog secara tatap muka dengan sejumlah guru, terutama para guru yang biasa mengajar di tingkatan SD. Dirinya telah mendengar terkait kendala yang dihadapi guru, murid serta kondisi sarana prasarana sekolah yang memerlukan perbaikan.
“Kendala-kendalanya tadi sudah saya dapatkan. Selain kekurangan sarana prasarana, kekurangan guru juga kita akan upayakan dari P3K,” kata Bupati Dony saat berkunjung ke salah satu SD di Tanjungsari, Senin (24/10).
Dengan cara melihat langsung ke lapangan, akan semakin meyakinkan dirinya mengambil kebijakan mana yang harus diprioritaskan. Termasuk dalam hal ini bagaimana memberikan motivasi kepada para guru untuk terus mengajar dengan sebaik-baiknya di tengah-tengah tantangan yang dirasakan semakin kompleks.
“Tantangan ke depan semakin berat, dibutuhkan tenaga ekstra. Perhatian para guru tidak hanya mengajar, tapi juga membimbing, mendidik dan mengarahkan siswa-siswinya,” ujarnya.
Sebagaimana diberitakan Radar Sumedang sebelumnya, Pemkab Sumedang sudah menyampaikan formasi untuk pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K). Plt Kepala BKPSDM Ate Hadan menyebutkan, tahun ini untuk Kabupaten Sumedang sebagaimana diketahui pada saat unras di DPRD Sumedang beberapa waktu lalu, Sumedang kebagian kuota untuk P3K yaitu 1.122 orang dengan rincian guru 751 formasi, nakes169, dan tenaga teknis.
Adapun berdasarkan hasil penetapan Menpan-RB nomor 453/2022 dari total ajuan 1122 orang yang diusulkan oleh BKPSDM Sumedang untuk formasi PPPK termasuk formasi untuk guru, Kemenpan-RB hanya mengambil 980 formasi.
“Intinya semua tergantung keputusan Pak Bupati di SPTJM tanggal 31 Oktober 2022 mendatang. Jika itu selesai, maka kita bisa petakan usia masa kerja, pendidikan pengalaman kerja dimana. Setelah dipetakan kebijakannya akan jelas,” jelas Ate Hadan. (jim)





