RADARSUMEDANG.id, JATINANGOR – Pemerintah Kabupaten Sumedang menindaklanjuti kerjasama dengan Project Director Tinfos AS Fred Kanton asal Norwegia dengan menggelar pertemuan gala dinner di Jatinangor National Golf (JNG), Minggu (29/10) malam.
Pada kesempatan itu, Pj Bupati Sumedang Herman Suryatman mengatakan, Pemda membahas untuk mencari mitra dan investor dari Norwegia di bidang energi terbarukan. Terlebih Norwegia merupakan negara dengan tingkat kesadaran pembangunan berkelanjutannya tertinggi di dunia.
“Jadi 99 persen energi mereka itu adalah energi terbarukan. Artinya sudah tidak lagi memakai energi fosil sehingga kehidupannya sangat ramah lingkungan. Norwegia, Islandia, Denmark merupakan negara-negara Skandinavia atau negara paling bahagia dan sejahtera di dunia,” kata Herman.
Herman juga mengatakan, Sumedang banyak belajar dari Norwegia, tidak hanya terkait investasi. Namun diharapkan ada transfer knowledge, transfer experience, dan transfer values dalam mengelola pembangunan yang berwawasan lingkungan.
“Termasuk tentang ekonomi sirkular. Kami juga akan menyiapkan desain tentang ekonomi sirkular dan akan mulai dikembangkan dalam keseharian di lingkungan kerja,” ujarnya.
Herman memaparkan, ekonomi sirkular merupakan model industri baru yang berfokus pada reducing, reusing, dan recycling yang mengarah pada pengurangan konsumsi sumber daya primer dan produksi limbah.
“Disaat kabupaten/kota lain masih terjebak dengan pembangunan konvensional. Sumedang tidak ada salahnya mulai memahami ekonomi sirkular lalu mempraktekan dalam kehidupan sehari-hari,” papar Herman.
Menurutnya, Pemkab Sumedang akan mulai membuat grand desainnya untuk silkular economy grand development.
“Misalnya mulai mendorong pengelolaan sampah dikelola dengan baik, mulai dari lingkungan Pemda. Nanti kami mendorong masyarakat mulai memilah sampah dari rumah,” imbuh Herman.
Termasuk dalam hal ini sambung Herman, bagaimana penyajian makan minum yang menggunakan plastik akan mulai diminimalisir. Selain itu penggunaan listrik pun akan dicoba menggunakan panel surya.
“Kami harus learning, dan optimis. Kunci kabupaten/kota yang mengambil manfaat di masa depan adalah kabupaten/kota yang punya jejaring global. Karena kita tidak bisa mengelola pemerintahan sendirian, harus kolaborasi, dan Sumedang memulainya,” ucapnya.
Herman menyadari pentingnya kolaborasi dan kemitraan untuk mewujudkan harapan Kabupaten Sumedang. Dengan bekerja sama bisa mengakselerasi adopsi teknologi energi terbarukan dan membawa inovasi.
Sumedang kaya akan sumber daya dan sangat potensial. Letak geografis Sumedang yang disinari terus matahari menjadi lokasi yang prima untuk proyek energi matahari.
“Selain itu Sumedang memiliki potensi pengembangan energi air diantaranya Bendungan Jatigede, Bendungan Cipanas, Bendungan Wado, dan Bendungan Sadawarna juga potensi geothermal di Gunung Tampomas,” katanya. (jim)





