Wadahi Bakat dan Minat Generasi Z dengan Turnamen e-Sport

oleh

RADARSUMEDANG.id, JATINANGOR – Balad Alam Sajati berkolaborasi dengan Genius Five sukses menyelenggarakan turnamen e-Sport di Bale Pabukon Unpad-Jatinangor pada Sabtu (13/1) hingga Minggu (14/1/2024) lalu.  

Ketua Panitia Pelaksana, Yuda Rizky Anugrah mengatakan, di era digital, gaming tidak hanya hobi. Tetapi juga peluang penghasilan signifikan.

“Atlet e-Sport pro player dan gamers yang beraktivitas di platform seperti TikTok atau YouTube dapat meraih penghasilan hingga milyaran rupiah. Acara ini memberikan pencerahan bahwa dunia gaming memiliki potensi maju sejajar dengan cabang olahraga lainnya, terutama dengan adanya ESI Kabupaten Sumedang,” ujarnya. 

Ia menambahkan, sebagai generasi muda yang terlibat dalam pelaksanaan, Anugrah berharap acara ini tidak hanya memberi wadah bagi penggemar game muda tetapi juga menciptakan peluang bagi atlet e-Sport lokal. 

“Esport resmi menjadi olahraga di bawah naungan KONI, dan kami berharap dukungan lebih lanjut dari Pemda dan instansi terkait untuk terus berkreativitas,” tambahnya.

Turnamen ini mendapat dukungan dari ESI Kabupaten Sumedang, KONI Kabupaten Sumedang serta Disparbudpora Sumedang yang memberikan sertifikat untuk para juara. 

Anugrah juga menyampaikan terimakasih kepada Haji Muhamad Alam Yusuf dan teh Sri Handayanie yang turut membantu kelancaran acara.

Dalam pandangannya, Sri Handayanie, Caleg DPRD Sumedang, menyoroti potensi luar biasa bakat dan minat pemuda Jatinangor dan Cimanggung. 

“Kami berkomitmen untuk melanjutkan turnamen secara rutin dan berjenjang, dengan harapan lebih banyak pemuda Sumedang bisa mengeksplorasi potensi di dunia e-Sport,” ucapnya. 

Alam Yusuf, SH., MM, caleg DPR RI, menekankan bahwa e-Sport harus mendapat perhatian khusus, mengingat pertumbuhan jumlah penggemar global yang signifikan. 

“E-Sport setara dengan olahraga populer lainnya acara ini adalah langkah preventif melibatkan pemuda dalam kegiatan positif, mencegah potensi masalah seperti tawuran, narkoba, dan pergaulan negatif,” katanya.

Yusuf menutup dengan menggarisbawahi bahwa dunia gaming tidak lagi diangg.ap buang-buang waktu, melainkan sebuah profesi yang menjanjikan penghasilan substansial.

“Potensi pemuda dibidang gaming perlu diarahkan, difasilitasi, dan diapresiasi,” tandasnya. (tha) 

No More Posts Available.

No more pages to load.