RADARSUMEDANG.ID, PAMULIHAN – Kifrah Melcyana Wulandari pengrajin wayang golek sudah tidak diragukan lagi. Pasalnya ia mampu membawa nuansa budaya lewat kerajinan wayang golek yang menarik perhatian banyak pihak, termasuk dari luar negeri.
Melcyana Wulandari bersama usahanya, Melcyana Art memproduksi wayang golek di Dusun Citali Desa Cipatasari Kecamatan Pamulihan.
Menyaksikan keindahan wayang golek dijajakan di daerahnya, Melcyana melihat potensi besar yang bisa dikembangkan dari kerajinan tersebut.

“Dengan tekad kuat, pada tahun 2017, saya memutuskan untuk membuat wayang golek karakter yang bisa disesuaikan dengan permintaan pelanggan, dengan kualitas yang mampu bersaing di pasar global,” ujarnya belum lama ini.
Ia bersyukur, wayang golek karakternya banyak yang membeli tidak hanya dari Indonesia saja, melainkan dari Inggris, Amerika, Jepang, Filipina, India, lebih dari 10 negara.
“Tidak hanya dikenal di pasar nasional, alhamdulillah mendapat perhatian dari berbagai institusi negara dan swasta, termasuk Bank Indonesia, Kedutaan Besar Amerika, hingga berbagai Kementerian,” tambahnya.
Meski sukses, Melcyana menghadapi tantangan dalam mencari tenaga kerja yang tertarik dengan kerajinan tradisional seperti wayang golek, mengingat minat generasi muda lebih condong kepada teknologi dan gadget.
“Namun demikian, saya terus mempromosikan produknya melalui media sosial, termasuk Instagram dan TikTok,” katanya.
Dengan harga yang bervariasi mulai dari Rp200 ribu hingga Rp1,5 juta, Melcyana Art tidak hanya menjual kerajinan, tetapi juga mewarisi kekayaan budaya Indonesia lewat karya-karya indahnya. (tha)







