RADARSUMEDANG.ID, KOTA –– DPD Partai Golkar Kabupaten Sumedang sebagai partai pemenang pemilu legislatif (pileg) 2024 yang mendapatkan jumlah kursi dewan terbanyak yakni 10 kursi (sebelumnya 7 kursi), tengah bersiap untuk menentukan calon ketua DPRD Sumedang untuk periode 2024-2029.
Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat, Iswara yang hadir di Gedung Golkar untuk memberikan arahan kepada seluruh kader Golkar menyampaikan, untuk menjadi calon ketua DPRD partai Golkar mempunyai mekanisme tersendiri sesuai juklak juknis Partai Golkar.
Kata Iswara, berdasarkan hasil rapat pleno yang diperluas di tingkat DPD Partai Golkar Sumedang dan berdasarkan hasil musyawarah, diusulkan tiga nama yang merupakan anggota DPRD terpilih dari partai Golkar antara lain, Sidik Jafar, Aeg Tirtamaya dan Dedih.
“Dari sepuluh anggota dewan terpilih, hanya lima orang yang memenuhi syarat. Kemudian satu orang mengundurkan diri karena akan fokus di DPRD saja. Satu orang lagi setelah diteliti lebih lanjut tidak memenuhi syarat sesuai dengan PO 02/2013,” kata Iswara di Gedung Golkar, Jumat (12/7/2024).
Adapun kata Iswara, ketiga nama yang dimaksud akan diberikan ke DPP Partai Golkar melalui surat pengantar yang ditujukan kepada tim seleksi penetapan calon ketua DPRD, dengan estimasi waktu sebelum pelantikan dan pengambilan sumpah pada bulan Agustus 2024 mendatang.
“Kita targetkan sebelum pelantikan, walaupun pada saat pelantikan biasanya masih ada pembahasan tatib atau pimpinan dewan, belum lagi alat kelengkapan dewan (AKD) juga belum terbentuk. Akan tetapi Partai Golkar seperti biasa selau lebih dahulu membahas hal ini sehingga kami meminta kepada DPD Partai Golkar se-Jabar, per akhir Juli harus sudah masuk,” terang Iswara.
Terpisah dimintai tanggapannya, Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPRD Sumedang yang juga masuk pada 5 orang kandidat calon ketua DPRD Sumedang, Asep Kurnia menyatakan mundur dikarenakan dirinya memiliki pertimbangan lain.
“Yang pertama dan paling pokok, di Partai itu ada penilaian-penilaian dan itu ada ukurannya bagaimana seseorang itu bisa dicalonkan dan ditetapkan sebagai ketua DPDR. Saya merasa harus lebih baik harus fokus dahulu sebagai anggota DPRD, sambil memberikan kesempatan kepada yang lainnya. Ada Pa Ketua Sidik Jafar, Aep Tirtamaya dan Pak Dedih untuk berjuang mendapatkan rekomendasi sebagai ketua DPRD Sumedang,” ujarnya.
Asep Kurnia juga menyampaikan bila ketiga kandidat yang diusulkan telah lebih dulu menjadi anggota DPRD Kabupaten Sumedang.
“Itulah yang menjadi alasan saya untuk mundur dari kandidat calon ketua DPRD. Meski tadi ada sejumlah peserta rapat yang mengusulkan nama saya menjadi kandidat calon ketua. Meskipun menurut Sekretaris DPD Golkar Jabar saya memenuhi syarat, tapi saya menyatakan tidak bersedia pada periode ini,” katanya. (jim)




