RADARSUMEDANG.ID, PAMULIHAN – Pimpinan Pondok Pesantren Asy-Syifaa Wal Mahmudiyyah, Abuya KH Muhyiddin Abdul Qadir Al-Manafi, MA, menyampaikan pandangan mendalam terkait peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Republik Indonesia.
Menurut beliau, peringatan ini memiliki kemiripan dengan peringatan hijrah Nabi Muhammad SAW, terutama dalam hal mengingat perjuangan dan pengorbanan yang telah dilakukan oleh para pendahulu kita.
Abuya Muhyiddin mengingatkan umat Islam bahwa peringatan 17 Agustus seyogyanya tidak hanya menjadi ajang untuk bersenang-senang. Beliau mengajak agar perayaan ini diisi dengan kegiatan yang lebih bermakna, seperti mengadakan haul akbar untuk para pahlawan kemerdekaan Republik Indonesia.
“Jangan hanya terfokus pada kebahagiaan dan hura-hura. Untuk momen seperti ini, kita seharusnya mengingat darah yang telah tertumpah dan pengorbanan besar yang telah diberikan oleh para leluhur kita,” tegas Abuya dalam ceramahnya belum lama ini.
Menurutnya, para pahlawan tidak memedulikan nyawa, jasad, maupun daerah asal mereka ketika berjuang demi kemerdekaan bangsa. Mereka tidak peduli di mana mereka akan mati, di mana anak dan istri mereka berada, karena semua itu dilakukan demi mewujudkan kemerdekaan Republik Indonesia.
Abuya Muhyiddin menyatakan bahwa peringatan HUT RI yang paling tepat adalah dengan bersyukur bersama melalui pengajian dan tausiah. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pencerahan kepada hati dan pemikiran umat, sehingga tidak salah dalam bersikap dalam bersyukur.
“Jangan sampai kita bersyukur tetapi dengan cara yang berdosa, atau dengan cara yang tidak pantas mengingat besarnya pengorbanan para leluhur kita,” ujar beliau.
Abuya juga berharap agar acara pengajian ini bisa menjadi contoh bagi seluruh bangsa Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, dalam memperingati kemerdekaan dengan cara yang lebih beradab dan bermakna. (tha)






