RADARSUMEDANG.ID, TANJUNGSARI – Nasib sial dialami seorang pria bernama Deni Ruswandi (57). Warga Kota Bandung tersebut diduga menjadi korban pencurian kendaraan bermotor (curanmor) oleh wanita teman kencan yang baru seminggu dikenalnya di media sosial. Modusnya, korban diracuni menggunakan racun tikus.
Peristiwa itu terjadi di sebuah warung kopi, pinggir jalan raya Tanjungsari, Babakan Sukasari Desa Kutamandiri Kecamatan Tanjungsari, Senin (16/9) malam.
Ia menceritakan, peristiwa berawal saat terduga pelaku datang ke rumah korban di Bandung pada Senin siang. Terduga pelaku datang berboncengan motor, bersama satu orang teman wanitanya.
“Saya kenal perempuan itu di medsos, belum pernah ketemu. Akhirnya kemarin ketemu lah, dia alasannya ingin ketemu. Tapi sebelum itu dia bilangnya ke Parakan Muncang dulu mau cari tempat buat toko baju,” kata Deni, saat ditemui di lokasi kejadian, Selasa (17/9) siang.
Di rumahnya, korban dan Terduga pelaku ngobrol selama berjam-jam. Hingga akhirnya menjelang sore pelaku pamit pulang. Karena merasa kasihan, korban pun menawarkan diri mengantar pelaku.
“Saya ngawal ke arah Tanjungsari. Akhirnya istirahat dulu disini (TKP), ngobrol, pesan mie ayam, pesan kopi,” katanya.
Sambil menunggu pesanan tersebut sambung Deni, dirinya pergi ke toilet untuk buang air kecil. Dirinya merasa aneh setelah kembali dari toilet tersebut, mie ayam pesanannya sudah diaduk oleh pelaku. Selain itu kopi yang baru diseduh juga dalam keadaan dingin.
“Pas saya minum ini kopi kok baru diseduh sudah dingin. Tapi nggak curiga, saya minum setengah gelas sambil makan mie ayam sampai habis,” imbuhnya.
Setelah itu Deni mengaku tidak langsung merasakan keanehan. Baru sekitar 15 menit kemudian Deni merasakan pusing dan mual-mual, sampai jalan pun sempoyongan.
“Akhirnya saya ke toilet untuk mengeluarkan muntah. Di situ saya simpan jaket dan celana di meja, dititipkan ke perempuan itu,” tuturnya.
Sekira satu jam kemudian Deni akhirnya keluar dari toilet. Namun ia terkejut setelah memeriksa barang bawaan di jaket dan celananya sudah tidak ada.
“Saya periksa HP nggak ada, STNK nggak ada. Pas saya lihat motor sudah nggak ada. Pelakunya dua-duanya perempuan,” tuturnya.
Sementara itu pemilik warung, Waryo mengaku tidak curiga dengan para terduga pelaku. Ia mengira antara korban dan dua wanita tersebut masih satu keluarga.
“Saya kira suami-istri, yang satu perempuannya agak umuran, yang satu lagi tinggi cantik masih muda lah, saya kira itu keluarga, nggak taunya pelaku kejahatan,” imbuhnya.
Namun Waryo mengetahui terduga pelaku membawa motor korban.
“Motornya dibawa sama perempuan itu, ternyata bapaknya (korban) ditinggal,” ucapnya.
Dari informasi yang didapat, petugas dari Satreskrim Polres Sumedang sudah berhasil mengamankan dua orang perempuan terduga pelaku tersebut, namun hingga kini masih dalam penyidikan. (gun)






