‘SEMERBAK’ SDIT Insan Sejahtera, Cara Unik Anak Negeri Meneladani Pahlawan Bangsa

oleh
Kepala SDIT Insan Sejahtera Sumedang Destryana Riffandi, SE, MPd (kiri) menyampaikan sambutan sekaligus membuka kegiatan SEMERBAK baru-baru ini (For Radar Sumedang)

RADARSUMEDANG.id, KOTA – Semarak peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan Yayasan Mitra Insan Sejahtera berlangsung semakin meriah. Setelah sebelumnya SMPIT Insan Sejahtera menggelar cosplay pahlawan, kini giliran para siswa-siswi SDIT Insan Sejahtera Sumedang yang merayakan kemerdekaan dengan cara unik, penuh edukasi, sekaligus mengangkat budaya nusantara.

Acara yang digelar bertajuk SEMERBAK (Semarak Memeriahkan Bersama Hari Kemerdekaan) dengan tema “Ragam Kita Satu Jiwa!” ini menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari cosplay pahlawan, parade pakaian adat, hingga lomba khas Agustusan.

Kepala SDIT Insan Sejahtera Sumedang, Destryana Riffandi, SE, MPd, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan juga wahana edukasi agar anak-anak semakin memahami makna kemerdekaan dan cinta tanah air.

“Kami ingin anak-anak sejak dini belajar menghargai jasa pahlawan bangsa sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap kekayaan budaya nusantara. Melalui kegiatan SEMERBAK ini, kami mencoba menggabungkan cosplay pahlawan dengan parade pakaian adat dari berbagai daerah,” ujar Destryana baru-baru ini.

Dalam perayaan tersebut, setiap kelas tampil dengan kreativitas masing-masing. Sebagian siswa meneladani pahlawan melalui cosplay tokoh pejuang, sementara lainnya mengenakan pakaian adat yang beragam, mulai dari Minangkabau (Sumatera Barat), Bali, Banjar (Kalimantan Selatan), Bugis Makassar (Sulawesi Selatan), Nusa Tenggara Timur, hingga Betawi lengkap dengan atributnya.

Kemeriahan ini tak hanya menambah semangat perayaan, tetapi juga memberi pengalaman langsung tentang keberagaman budaya bangsa. Menurut Destryana, nilai yang ingin ditanamkan adalah pentingnya persatuan, toleransi, dan kesadaran bahwa Indonesia kuat karena keberagaman budayanya dan warisan semangat juang dari para pahlawan bangsanya.

“Momentum kemerdekaan harus kita maknai bukan hanya sebagai seremoni, tetapi juga pengingat akan pentingnya melestarikan warisan budaya bangsa. Inilah nilai edukasi yang kami tekankan kepada siswa,” tambahnya.

Suasana semakin meriah dengan digelarnya aneka lomba khas 17-an. Siswa dan guru larut dalam keceriaan melalui lomba tarik tambang, balap karung, bakiak, estafet tepung, balap roda kardus, balap kelereng, makan kerupuk, estafet sedotan, tusuk balon, hingga tiup gelas plastik. Riuh sorak sorai terdengar sepanjang kegiatan, mencerminkan kebersamaan dan semangat gotong-royong yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia.

Menurut Destryana, lomba tersebut bukan sekadar permainan, melainkan juga sarana untuk menanamkan nilai sportivitas, kebersamaan, serta rasa syukur atas kemerdekaan.

“Keceriaan anak-anak dalam lomba ini menunjukkan bahwa kemerdekaan adalah anugerah yang harus diisi dengan semangat persatuan. Inilah cara kami mendidik mereka agar tumbuh sebagai generasi yang berkarakter, cinta tanah air, dan menghargai keberagaman,” tambahnya.

SEMERBAK SDIT Insan Sejahtera pun ditutup dengan keceriaan penuh suka cita, meninggalkan kesan mendalam bahwa peringatan kemerdekaan bukan sekadar pesta, melainkan juga momentum untuk meneguhkan jati diri bangsa.(Rik)

No More Posts Available.

No more pages to load.