RADARSUMEDANG.id — Dalam rentang satu bulan terakhir, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan karena menimbulkan tiga kejadian keracunan massal di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Data terbaru dari Dinas Kesehatan Sleman mencatat bahwa lebih dari 1.000 siswa telah terdampak oleh insiden ini.
Peristiwa pertama terjadi di Kulon Progo sekitar akhir Juli, menimpa lebih dari 400 siswa dari dua SD dan dua SMP. Insiden kedua terjadi pertengahan Agustus di empat SMP di Mlati, Sleman, di mana 379 siswa mengalami gejala keracunan makanan yang diduga berasal dari MBG, yakni menu rawon .
Kasus ketiga muncul Rabu (27 Agustus 2025) di SMP Negeri 3 Berbah, Sleman, di mana 137 siswa dan 2 guru mengalami gejala keracunan seperti mual dan diare. Sebagian besar ditangani di sekolah, sementara dua siswa dirujuk ke fasilitas kesehatan dekat lokasi .
Menanggapi serangkaian insiden ini, Kepala Disdikpora DIY, Suhirman, meminta agar sekolah lebih teliti dalam memastikan kelayakan MBG dengan memeriksa visual—seperti bau atau warna mencurigakan—sebelum disajikan kepada siswa. Ia juga mendorong koordinasi lebih intensif dengan penyedia (SPPG) dan pihak kesehatan untuk mencegah terulangnya insiden serupa.
Situasi ini menjadi alarm serius bagi pemerintah daerah dan penyedia layanan MBG. Program yang sejatinya mendukung ketahanan gizi siswa justru menimbulkan risiko kesehatan karena lemahnya pengawasan mutu dan distribusi. Dinkes DIY dan SPPG kini tengah melanjutkan penyelidikan, termasuk uji laboratorium pada sampel makanan dan proses distribusi, untuk mengidentifikasi sumber bahaya utama.(Net)







