RADARSUMEDANG.id, CIMALAKA– Sebanyak 15 siswa MA Plus Al Munir Sumedang dari kelas XI dan XII berpartisipasi dalam Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2025 tingkat Kabupaten Sumedang jenjang MA. Kompetisi bergengsi tingkat madrasah tersebut digelar di kampus MAN 1 Sumedang, Selasa (9/9/2025).
Para peserta telah melewati seleksi ketat di tingkat satuan pendidikan sebelum akhirnya terpilih menjadi wakil madrasah. Mereka akan bersaing dalam kategori Matematika Terintegrasi, Biologi Terintegrasi, Kimia Terintegrasi, Ekonomi Terintegrasi, dan Geografi Terintegrasi.
Kepala MA Plus Al Munir Sumedang, H. Budiman, S.Pd., MM., menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh.
“Kami berharap siswa bisa tampil percaya diri dan berprestasi hingga ke tingkat nasional. Beberapa tahun sebelumnya ada yang berhasil menembus provinsi, mudah-mudahan tahun ini ada yang sampai ke nasional,” ungkapnya.
Budiman juga menambahkan, pihak madrasah secara konsisten mempersiapkan siswa dengan pembelajaran sains yang berkualitas, bimbingan intensif, dan dukungan tenaga pengajar yang berkompeten. “Kami yakin anak-anak bisa menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam OMI 2025,” ujarnya.

Suasana kegiatan berlangsung meriah dan penuh semangat. Para siswa terlihat antusias mengikuti rangkaian kompetisi, sementara guru pembina turut hadir memberikan dukungan moral. Kehadiran OMI 2025 ini diharapkan menjadi wadah pembinaan sekaligus motivasi bagi siswa madrasah untuk mengembangkan potensi di bidang sains dan riset.
Sebagai informasi, OMI 2025 digelar Kementerian Agama RI melalui Keputusan Dirjen Pendis Nomor 4657 Tahun 2025 dengan tema “Islam dan Teknologi Digital: Inovasi Sains untuk Generasi Indonesia Maju yang Berdaya Saing Global”. Ajang ini tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga menanamkan nilai kejujuran, kerja keras, kolaborasi, dan kepedulian lingkungan.
OMI 2025 dilaksanakan berjenjang mulai dari tingkat satuan pendidikan, kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional. Untuk bidang sains jenjang MA, kompetisi meliputi lima cabang lomba, sementara bidang riset meliputi Ekoteologi, SDGs, dan Transformasi Digital. Pemenang di tingkat nasional akan memperoleh medali emas, perak, dan perunggu, sekaligus menjadi duta madrasah yang siap berkontribusi di level internasional.(Rik)






