Polres Sumedang Tangkap 100 Preman, Ungkap 3 Kasus Kriminal Termasuk Pencurian di Tol Cisumdawu

oleh
Kapolres Sumedang AKBP Sandityo Mahardika bersama Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila juga perwakilan Kodim 0610/Sumedang, juga Dinas Sosial saat menggelar jumpa pers terkait hasil operasi Premanisme di Mapolres Sumedang, Senin (3/11/2025).

RADARSUMEDANG.id, SUMEDANG – Satuan Tugas (Satgas) Anti Premanisme Kabupaten Sumedang berhasil mengamankan lebih dari seratus orang dalam operasi pemberantasan premanisme yang digelar serentak di sejumlah titik. Operasi ini melibatkan petugas gabungan dari TNI-Polri, Satpol PP, dan Dinas Sosial Kabupaten Sumedang.

Kapolres Sumedang, AKBP Sandityo Mahardika, mengatakan keberadaan para pelaku premanisme selama ini dinilai telah meresahkan masyarakat dan mengganggu situasi keamanan serta ketertiban umum (Kamtibmas).
“Petugas gabungan telah bekerja maksimal untuk menciptakan rasa aman bagi masyarakat. Selama operasi, sebanyak 105 hingga 111 orang kami amankan dan dibina lebih lanjut oleh Dinas Sosial,” ujar Sandityo dalam konferensi pers di Mapolres Sumedang, Senin (3/11/2025).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila, perwakilan Kodim 0610/Sumedang, Kepala Satpol PP Syarief Effendi Badar, dan perwakilan dari Dinas Sosial.

Dalam kesempatan itu, Polres Sumedang juga mengungkap tiga kasus tindak kriminal yang termasuk kategori aksi premanisme dengan total enam tersangka di tiga lokasi berbeda.

Kasus pertama terjadi di Jalan Tol Cisumdawu, tepatnya di titik perbaikan KM 168, Desa Sirnamulya, Kecamatan Sumedang Utara, pada Selasa (28/10/2025). Seorang pria pengemudi minibus Honda Freed melakukan aksi pencurian disertai kekerasan terhadap petugas jalan tol.
“Pelaku memukul pelipis korban dan merampas telepon genggamnya sambil menakut-nakuti menggunakan airsoft gun. Pelaku berhasil ditangkap kurang dari satu hari setelah kejadian,” kata Sandityo.

Dari hasil pemeriksaan, airsoft gun yang digunakan pelaku ternyata sudah tidak berfungsi. Pelaku mengaku hanya ingin menakut-nakuti korban dan melakukan aksinya secara spontan karena emosi. Mobil yang digunakan pun bukan miliknya, melainkan kendaraan yang akan dijual, di mana ia hanya berperan sebagai perantara.

Kasus kedua terjadi di kawasan lampu merah Ojolali. Seorang anak jalanan (punk) yang kerap mengamen diamankan karena kedapatan membawa senjata tajam jenis belati di dalam tas.
“Saat diperiksa, pelaku beralasan senjata itu hanya dijadikan aksesori. Namun tetap kami proses lebih lanjut,” jelasnya.

Kasus ketiga melibatkan empat orang preman yang menganiaya seorang pelajar SMA di kawasan Jatihurip, Sumedang Utara. Peristiwa itu terjadi setelah korban melintas menggunakan sepeda motor berknalpot bising (brong) yang memicu emosi para pelaku.
“Mereka mengejar korban menggunakan motor, menendang, dan memukul korban hingga dikeroyok di sebuah gang,” ungkap Sandityo.

Dua dari empat pelaku diketahui merupakan residivis, dan saat kejadian mereka berada di bawah pengaruh minuman keras. Polisi menyita tiga unit sepeda motor, dua helm, dan sejumlah pakaian yang digunakan pelaku sebagai barang bukti.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 365, 368, 351, dan 170 KUHP sesuai peran masing-masing. Sandityo menegaskan bahwa Polres Sumedang berkomitmen mendukung penuh program Kapolda Jawa Barat dalam memberantas aksi premanisme.
“Premanisme adalah penyakit sosial yang menimbulkan keresahan masyarakat. Kami siap menindak tegas dan menerima setiap laporan dari warga yang merasa terganggu,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila mengapresiasi langkah cepat aparat dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
“Ini lingkungan yang ingin kita ciptakan, di mana keamanan dan kenyamanan warga dapat dirasakan. Tidak ada ruang bagi kekerasan atau premanisme di Kabupaten Sumedang,” ujarnya.

Ia menegaskan, pemerintah daerah akan mendukung langkah penegakan hukum tanpa pandang bulu. “Siapa pun akan kami tindak tegas, karena itulah yang menjaga kerukunan dan kenyamanan masyarakat agar pemerintahan berjalan efektif dan menghasilkan hal-hal positif,” pungkasnya. (jim)

No More Posts Available.

No more pages to load.