RADARSUMEDANG.id, SUMEDANG UTARA – Pemerintah Kabupaten Sumedang bersama DPRD mendorong lahirnya kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan budaya digital yang aman bagi anak dan remaja. Langkah itu dilakukan menyusul tingginya paparan konten pornografi dan risiko kejahatan siber yang mengintai generasi muda.
Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila, menegaskan pembentukan Satgas Pencegahan dan Penanganan Pornografi bukan hanya langkah penindakan, tetapi juga gerakan edukatif. Pemerintah berharap sekolah, keluarga, organisasi perempuan, tokoh agama, dan dunia usaha aktif menyebarkan konten positif serta memperkuat etika digital.
“Pencegahan pornografi tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Harus ada gerakan bersama yang dimulai dari keluarga dan sekolah,” kata Fajar.
Sementara itu, anggota Komisi III DPRD Sumedang, Rita Oktaviana, menilai keberhasilan perlindungan anak bergantung pada seberapa besar kesadaran masyarakat dalam menciptakan ruang digital yang sehat. Menurutnya, edukasi moral dan pendampingan orang tua menjadi kunci agar anak mampu memahami risiko dunia maya.
“Kita perlu membangun budaya digital yang beretika. Melindungi generasi muda berarti melindungi masa depan Sumedang,” ujarnya.
Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat literasi digital serta menekan penyebaran konten negatif yang berpotensi merusak karakter anak dan remaja.(Jim)







