RADARSUMEDANG.id, UJUNGJAYA – Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI, Rohmat Marzuki, memimpin penanaman seribu bibit pohon di kawasan hutan Desa Keboncau, Kecamatan Ujungjaya, Sumedang, Selasa (25/11). Kegiatan ini dilaksanakan di lahan seluas lima hektare sebagai bagian dari peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) yang digelar serentak di 31 provinsi.
Di Sumedang, seribu bibit yang ditanam terdiri dari 100 bibit durian, 500 mangga, 200 petai, dan 200 alpukat. Adapun pusat kegiatan nasional dipusatkan di Taman Nasional Gunung Merapi, Jawa Tengah, yang dihadiri langsung Menteri LHK, Raja Juli Antoni.
Rohmat menegaskan bahwa HMPI bukan sekadar seremoni tahunan. Menurutnya, gerakan ini merupakan langkah awal kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, hingga lembaga pendidikan untuk mengatasi lahan kritis yang kini diperkirakan mencapai 12 juta hektare.
“Kami ingin penanaman ini jangan hanya seremonial, tapi benar-benar menjadi gerakan berkelanjutan,” tegasnya.
Ia juga menyebut Desa Keboncau di Ujungjaya memiliki modal kuat dalam upaya pemulihan lingkungan. Sebelumnya, telah dilakukan rehabilitasi hutan seluas 28 hektare. Selain itu, terdapat 18 hektare lahan yang dimanfaatkan untuk program ketahanan pangan bersama Polda Jawa Barat melalui penanaman jagung.
Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, berharap kegiatan penanaman pohon ini tidak berhenti hanya pada aksi tanam.
“Hari ini kita sedang menanam kebaikan, harapan, dan masa depan. Itulah makna penting dari penanaman pohon ini,” ujar Dony.
Dony menambahkan bahwa gerakan menanam harus menjadi budaya bersama.
“Ini adalah gerakan kebaikan. Kami bertekad menjadikan penanaman ini sebagai ikrar peradaban. Kerja sama kita dalam menanam pohon adalah upaya meninggalkan jejak yang baik, meninggalkan hutan bumi yang lebih baik dari sebelumnya. Itulah ikhtiar kami,” ucapnya.
Ia juga menegaskan bahwa penanaman pohon di Sumedang hari ini menjadi pesan bagi seluruh Indonesia.
“Dari tempat ini, kami mulai membangun gerakan hijau. Gerakan menanam yang tidak hanya berhenti di permukaan tanah, tapi harus hidup di hati,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Kementerian LHK menyerahkan lebih dari 23 ribu bibit tanaman—mulai dari durian, petai, hingga berbagai jenis tanaman lainnya—kepada kelompok tani dan berbagai organisasi. (gun)







