RADARSUMEDANG.id, KOTA – Perilaku bullying atau perundungan masih menjadi tantangan di lingkungan sekolah. Meski kasusnya di Kabupaten Sumedang terbilang rendah, Dinas Pendidikan menilai upaya pencegahan harus terus diperkuat, salah satunya melalui edukasi visual lewat media film.
Mengakhiri tahun ini, film bertema perundungan berjudul Cyber Bullying resmi tayang di seluruh bioskop Indonesia. Menyambut momentum tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang mengajak para kepala sekolah tingkat SD dan SMP beserta kapolsek untuk menonton film tersebut bersama sebagai bagian dari sosialisasi anti-bullying.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Dr. Eka Ganjar Kurniawan, menyebut film tersebut sangat relevan dengan kondisi peserta didik saat ini.
“Film ini luar biasa, sangat mengedukasi. Bukan sekadar tontonan, tetapi pengingat bagi kami di lingkungan pendidikan untuk lebih peduli terhadap potensi bullying di sekolah,” kata Eka kepada Radar Sumedang usai nonton bareng di Cinema XXI Plaza Asia Sumedang, Rabu (10/12/2025).
Menurut Eka, film Cyber Bullying dapat menjadi bahan diskusi bersama pendidik dan orang tua, mengingat dampak perundungan—baik langsung maupun melalui dunia maya—bisa memengaruhi kondisi psikologis anak.
“Cyber bullying ini bukan candaan online. Dampaknya bisa berat bagi psikis dan mental anak. Pesan yang disampaikan film ini menjadi pembelajaran penting bagi kami insan pendidikan,” ujarnya.
Eka juga mengimbau seluruh kepala sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan untuk menyempatkan diri menonton film tersebut.
“Harapannya, melalui pendidikan karakter dari media film seperti Cyber Bullying, anak-anak, orang tua, dan guru semakin bijak menggunakan teknologi sehingga tren cyber bullying bisa ditekan,” kata Eka.
Di tempat yang sama, Plt. Kepala SDN Pakuwon 2, Multi Laijina, mengaku mendapatkan banyak inspirasi usai menonton film tersebut.
“Pesan dan realita yang ditampilkan memang banyak terjadi di sekolah. Sosialisasi melalui film seperti ini sangat efektif,” ujar Multi.
Ia menambahkan, edukasi yang diperoleh dari film itu akan disampaikan kepada guru dan orang tua.
“Kami akan sampaikan betapa berbahayanya tren cyber bullying atau candaan online jika menimpa anak. Ini bagian dari upaya pemerintah menekan kasus perundungan,” katanya.
Sebagai informasi, film Cyber Bullying yang tayang sejak 23 Oktober 2025 ini mengisahkan Neira, seorang siswi SMP yang hidupnya hancur akibat video fitnah yang viral. Ia mengalami tekanan psikologis, menarik diri dari lingkungan, dan kehilangan semangat hidup. Neira kemudian dipindahkan ke rumah kakeknya dan perlahan bangkit lewat aktivitas sosial dan pendidikan. Namun, video lama itu kembali menghantuinya.
Film berdurasi 1 jam 40 menit ini dibintangi Amanda Putri Revina, disutradarai Rusmin Nuryadin, dan diproduksi DL Entertainment. (jim)






