RADARSUMEDANG.id, GANEAS – Seorang guru SMP Negeri Ganeas menjadi korban gigitan seekor monyet yang diduga hewan peliharaan lepas, Senin (15/12). Usai menyerang korban, monyet tersebut berkeliaran di permukiman warga Dusun Pabuaran, RT 1 RW 1, Desa Ganeas, Kecamatan Ganeas, Kabupaten Sumedang.
Peristiwa tersebut sempat membuat warga panik. Khawatir monyet kembali menyerang, masyarakat kemudian menghubungi petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sumedang untuk melakukan evakuasi.
Komandan Peleton (Danton) Damkar Sumedang Kota, Yayat Hidayat, mengatakan pihaknya menurunkan satu regu pemadam kebakaran ke lokasi setelah menerima laporan dari warga.
“Ada laporan seorang ibu guru terkena gigitan monyet. Setelah itu masyarakat menghubungi kami dan kami langsung menurunkan satu regu untuk melakukan evakuasi,” ujar Yayat.
Berdasarkan hasil penelusuran di lapangan, monyet tersebut diduga merupakan hewan peliharaan yang lepas dari pemiliknya dan dalam kondisi kelaparan.
Dalam proses evakuasi, petugas sempat berupaya menangkap monyet dengan menaiki atap rumah warga. Namun, upaya tersebut terkendala kondisi yang rawan dan membahayakan keselamatan petugas.
“Kami sempat mencoba menangkapnya dengan naik ke genting rumah warga. Sempat tertangkap, tetapi posisinya rawan terjatuh, sehingga monyet kembali lepas dan lari ke arah kebun,” jelasnya.
Yayat menambahkan, guru SMP yang menjadi korban mengalami luka gigitan di bagian tangan dan telah dibawa ke puskesmas setempat untuk mendapatkan penanganan medis.
“Ibu guru sudah dibawa ke puskesmas. Lukanya di bagian tangan,” katanya.
Meski monyet tersebut belum berhasil ditangkap, petugas mengimbau warga agar tetap waspada dan segera melapor jika hewan tersebut kembali muncul di permukiman.
“Jika kembali terlihat, kami akan datang lagi untuk melakukan penangkapan. Masyarakat juga diimbau berhati-hati dan tidak memberi makan, karena itu kera peliharaan yang kemungkinan kelaparan, bukan kera liar dari hutan,” tuturnya. (gun)






