RADARSUMEDANG.ID — Warga Desa Ciawitali, Kecamatan Buahdua mengaku lega, lantaran di desanya telah dibangun bangunan TK Negeri Sartika.
Yang mana menurut Kepala Desa Ciawitali, Tasim, pembangunan TK Negeri yang pertama ini sangat disambut sangat positif oleh masyarakat, terutama para orang tua.
Pasalnya dikatakan Tasim, kehadiran sekolah negeri pertama di jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) di wilayah tersebut, menjadi angin segar bagi masyarakat desa yang selama ini mengalami keterbatasan akses pendidikan.
“Selama ini, anak-anak desa harus menempuh jarak cukup jauh untuk mengenyam pendidikan PAUD di desa lain. Alhamdulillah, sekarang warga sangat antusias, pembangunan di bidang pendidikan ini memang sudah lama menjadi harapan masyarakat,” kata Tasim kepada Radar Sumedang, Kamis (8/1/2026).
Adapun kata Tasim, TK Negeri Sartika dibangun melalui Program Pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) PAUD dengan dukungan Dana Bantuan Pemerintah sebesar Rp1.609.470.000, pada Tahun Anggaran 2025.
Sekolah ini berdiri di atas tanah kas Desa Ciawitali seluas sekitar 1.400 meter persegi yang sejak awal telah disiapkan pemerintah desa untuk kepentingan fasilitas umum.
Menurutnya, keberadaan TK Negeri Sartika tidak hanya memudahkan akses pendidikan anak usia dini, tetapi juga menunjukkan perhatian pemerintah terhadap wilayah pedesaan.
Bahkan, antusiasme warga mendorong harapan agar ke depan dapat dibangun jenjang pendidikan lanjutan.
Karenanya sebagai bentuk komitmen, Pemerintah Desa Ciawitali telah menyiapkan lahan kas desa untuk mendukung pembangunan sarana pendidikan berkelanjutan.
“Masyarakat berharap suatu saat nanti bisa dibangun sekolah jenjang SMP. Karena sebagaimana diketahui, jarak desa kami ke pusat kecamatan cukup jauh dan sering menjadi kendala bagi anak-anak untuk melanjutkan sekolah,” ungkap Tasim.
Senada Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Ciawitali, Casmita menyampaikan, gedung TK ini akan menjadi keberkahan tersendiri bagi masyarakat. Mengingat tidak semua daerah mendapatkan program pembangunan sekolah dari pemerintah pusat.
Casmita juga menggambarkan, dengan fasilitas yang lengkap dan memadai, TK Negeri Sartika diharapkan mampu melayani kebutuhan pendidikan anak-anak Desa Ciawitali serta desa-desa sekitar.
Ia memperkirakan, pada tahun ajaran perdana, jumlah peserta didik diperkirakan mencapai 25 hingga 30 anak dari total penduduk desa yang berjumlah lebih dari 1.300 jiwa.
“Alhamdulilah selama ini, lokasi sekolah berada di atas tanah kas desa seluas sekitar lima hektare. Lahan ini yang disepakati sejak pemekaran desa pada 2007–2008 untuk pembangunan fasilitas umum dan pemerintahan, termasuk sarana pendidikan,” beber Sasmita.
Terpisah, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Masdar, menyebutkan pembangunan TK Negeri Sartika sebagai amanah besar dari pemerintah pusat kepada Kabupaten Sumedang. Terlebih lokasinya berada di desa yang tergolong pelosok desa.
Ia menjelaskan, proses pembangunan telah berjalan sesuai prosedur. Baik dari sisi administrasi maupun teknis, serta mendapatkan pengawasan ketat dari pemerintah pusat. Bahkan, laporan progres pembangunan disampaikan secara bertahap hingga mencapai penyelesaian 100 persen.
Kendati demikian saat disinggung mengenai, status kenegerian sekolah. Masdar memastikan, masih dalam proses administrasi dan verifikasi di tingkat Provinsi Jawa Barat sehingga untuk sementara, sekolah menggunakan nama TK Negeri Santika.
“Prosesnya sedang berjalan di tingkat provinsi. Insya Allah tahun ini rampung dan dapat digunakan secara resmi pada tahun ajaran baru,” sebut Masdar.
Senada, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Eka Ganjar Kurniawan, menegaskan bahwa Sumedang patut berbangga, lantaran menjadi salah satu dari empat kabupaten di Jawa Barat. Mengingat, Ciawitali memperoleh program pembangunan Unit Sekolah Baru PAUD dari pemerintah pusat pada Tahun Anggaran 2025.
“Alhamdulilah keberadaan TK Negeri di Desa Ciawitali sangat strategis dalam mendukung program Wajib Belajar 13 Tahun, serta pemerataan pendidikan di wilayah terpencil. Intinya pembangunan sekolah di daerah pelosok merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045,” jelas Eka.
Sebagai informasi, Gedung TK Negeri Sartika dilengkapi dua ruang kelas, ruang kepala sekolah, ruang guru dan administrasi, UKS, dapur, ruang penjaga, jamban, area bermain dalam dan luar ruangan, serta gazebo multifungsi untuk kegiatan pembinaan karakter dan ibadah. (jim)






