RADARSUMEDANG.ID – Buah durian yang berasal dari Kecamatan Surian rasanya tak kalah bersaing. Saat datang musim durian, para bandar dari luar daerah sengaja datang ke Kecamatan Surian, memborong hasil komoditas itu dan dibawa untuk dijual lagi ke daerah seputaran Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek).
Camat Surian, Ahmad Aradea MPd menjelaskan, dari sembilan desa yang terdapat di wilayah kecamatan itu, dua di antaranya tercatat penghasil durian terbanyak. “Terutama Desa Pamekarsari dan Desa Surian yang paling banyak menghasilkan buah durian,” sebut Camat pada Jumat, 16 Januari 2026.
Sedangkan desa lainnya juga dikenal dengan penghasil buah-buahan jenis lain berupa rambutan, pisang dan sebagainya. “Banyak bandar yang datang ke sini saat lagi musim buah, termasuk saat musim durian. Untuk durian mereka bawa ke Jabodetabek dan Pangandaran serta ke daerah lain luar Kabupaten Sumedang,” jelasnya.
Banyak jenis durian hasil kebun warga masyarakat di kecamatan tersebut. Jenis dominan yaitu buah durian lokal. Sedangkan harga termahal mencapai Rp100 ribu perbuah dan paling murah juga ada yang Rp15 ribu perbuah.
“Untuk saat ini musim durian sudah masuk di penghujung musim. Sewaktu puncak musim itulah para bandar datang kesini memborongnya,” ucap Camat.
Ahmad menambahkan, wilayah administrasi yang dipimpinnya itu banyak dikunjungi para wisatawan sepanjang liburan pergantian tahun. Para wisatawan itu mengunjungi Objek Wisata Sadawarna.
“Para wisatawan penasaran dengan ikan jenis tagih dan nila serta lainnya yang berasal dari Sungai Cipunagara di Bendungan Sadawarna,” ungkapnya. Selain itu mereka berkunjung ke Kecamatan Surian untuk lebih mengenal hasil bumi buah petai, cikur dan aneka jenis pisang serta lainnya. (tri)






