RADARSUMEDANG.ID – Enam posisi jabatan di lingkup Perum Perhutani KPH Sumedang terjadi pergeseran melalui mutasi dan rotasi para pejabat setempat. Acara pelantikan dan serah terima jabatan di lingkup Perum Perhutani KPH Sumedang itu berlangsung di aula kantor pada Kamis, 5 Februari 2026.
Jabatan Wakil Administratur Perum Perhutani/KSKPH Sumedang yang sebelumnya dijabat Susanto, kini dijabat Mukhlis. Sedangkan Kepala Seksi Madya Pembinaan SDH yang sebelumnya dijabat Deni Hermawan, kini dijabat Andri Moch Syarif A.
Sementara itu, Asisten Perhutani/KBKPH Conggeang yang lama Deni Hermawan dan yang baru sekarang Nono Mulyana. Demikian pula Kepala Sub Seksi Keuangan, Perpajakan, TJSL dan Manajemen Resiko yang lama Tuti dan yang baru sekarang Nani Winanti.
Untuk posisi jabatan Kepala Sub Seksi Agroforsetry dan Ekowisata sebelumnya dijabat Nono Mulyana, kini dijabat Agung Nugroho. Terakhir, jabatan Kepala Urusan Tata Usaha BKPH Tomo Utara dari Nani Winanti, kini dijabat Priangan Deli Tala.
Para pejabat tersebut dilantik oleh Administratur Perum Perhutani KPH Sumedang, Avid Rollick Septiana. Usai acara pelantikan dan serah terima jabatan, Susanto menyampaikan kesan dan pesannya selama bertugas 22 bulan sepanjang menjabat Wakil Administratur Perum Perhutani/KSKPH Sumedang.
“Kesan di Sumedang itu kultur dan budayanya lebih soft dibanding wilayah lain. Memang di kita itu relatif aman. Alhamdulillah selama saya bertugas disini hampir dua tahun itu tidak ada gangguan yang berarti,” jelas Susanto.
Dia titip ke rekan-rekan di Kabupaten Sumedang semua untuk tetap bersama-sama menjaga lingkungan. “Terutama di hutan-hutan lindung, saya titip ke rekan-rekan Kabupaten Sumedang semua, khususnya mari kita jaga hutan kita bersama,” ajaknya.
Apalagi, lanjut Susanto, sekarang ini rawan bencana alam. “Kita harus amankan Sumedang. Walaupun saya hanya cuma mewarnai dan melindungi hutan Sumedang, itu yang berhak menjaga hanya masyarakat Sumedang juga,” terangnya.
Diakuinya, yang merasa belum terselesaikan saat bertugas di Sumedang adalah lebih menghijaukan hutan lindung. Terutama di perbatasan Sumedang-Bandung yang menjadi ‘PR’ bersama. “Ini yang mungkin saya merasa belum tuntas, tidak bisa diselesaikan satu atau dua tahun,” pungkasnya.
Terkait dengan proses kegiatan kerjasama multi usaha kehutanan, Susanto ingin punya kenang-kenangan monumen atau peninggalan hasil kerja berupa kebun pisang kapendis di Ujungjaya. Hal itu agar masyarakat punya penghasilan setiap hari hingga rutin. Hutan itu bisa bermanfaat sesuai dari Kementerian Kehutanan.
Selain itu multi usaha kehutanan mangga gedong gincu di Tomo yang juga menjadi kenang-kenangan untuk masyarakat Sumedang. Pisang kapendis dan mangga gedong gincu tersebut dikerjasamakan dengan masyarakat di wilayah hutan milik Perum Perhutani.
Jabatan baru Susanto sekarang adalah Wakil Administratur Perum Perhutani/KSKPH Cianjur. Sehubungan itu, dalam penilaiannya wilayah Cianjur sudah jelas tentu berbeda dengan Sumedang.
“Cianjur pusat dekat dengan Kota Bogor. Tugas 100 hari kerja pertama pengamanan rawan bencana seperti tanah longsor dan rawan gempa bumi,” ungkapnya seraya menambahkan, tetap melaksanakan pencapaian target dari pekerjaan rutin yang sudah ada. (tri)







