RADARSUMEDANG.id, SUBANG- Timur Tengah membara. Perang berkecamuk antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran berdapak pada perjalanan umroh.
Sejumlah biro perjalanan haji dan umrah di Kabupaten Subang, memilih bersikap waspada dan terus memantau perperkembangan penerbangan menuju Arab Saudi seiring memanasnya situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.
Salah satu Travel biro perjalanan haji dan umrah di Subang, Rizma Tour, menyebut mayoritas calon jemaah masih memilih menunggu kepastian tanpa membatalkan rencana perjalanan.
Pengelola Rizma Tour, Ahmad Syahid, mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah skenario alternatif sebagai langkah antisipasi.
“Kami terus berkoordinasi dengan maskapai dan pihak Kementerian Agama dan Umrah. Jika diperlukan, kami siap mengalihkan rute penerbangan melalui maskapai yang tidak terdampak penutupan bandara, meski ada kemungkinan tambahan biaya atau kebutuhan visa transit,” ujar Ahmad, kepada awak media,Senin (2/3)
Sebelumnya, kata Ahmad, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhai) meminta warga Indonesia yang akan berangkat umrah dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatan sementara.
Namun, hingga saat ini, seluruh proses keberangkatan masih berjalan sesuai rencana.
“Meski sebelumnya ada imbauan dari Kemenhai, sejauh ini nelum ada pembatalan maupun penundaan penerbangan, meskipun situasi keamanan di Timur Tengah sedang memanas,” tambahnya.
Sementara itu, salah seorang calon jemaah umrah, Yusrohim, mengaku tetap tenang dan mempercayakan keputusan kepada pihak travel.
“Kami mengikuti arahan dari biro perjalanan dan pemerintah. Selama dinyatakan aman, kami siap berangkat,” katanya. (Anr)






