RADARSUMEDANG.id, KOTA — Sekolah Insan Sejahtera Sumedang menggelar Kajian Insan Sejahtera Spesial Ramadhan 1447 H bertema “The Ultimate Reset: Pulihkan Fitrah, Kuatkan Imunitas” pada Selasa, 3 Maret 2026.
Kegiatan berlangsung pukul 08.30–11.00 WIB di Islamic Center Sumedang dan diikuti ratusan peserta. Mereka berasal dari kalangan pelajar keluarga besar Sekolah Insan Sejahtera serta masyarakat umum.
Kajian menghadirkan dokter sekaligus pendakwah nasional, Zaidul Akbar, sebagai pemateri utama. Dalam ceramahnya, dr Zaidul menegaskan bahwa Ramadhan merupakan momentum terbaik untuk melakukan “reset” atau kalibrasi ulang kehidupan, baik secara spiritual maupun kesehatan fisik.
Menurutnya, manusia tidak dapat melepaskan diri dari siklus alam yang telah ditetapkan Allah SWT. Karena itu, syariat Ramadhan sesungguhnya memberi kesempatan bagi tubuh dan jiwa untuk dikalibrasi ulang secara berkala, harian, pekanan, hingga tahunan.
“Ramadhan adalah bulan untuk mereset rasa, memperbaiki iman, sekaligus memperbaiki pola hidup,” ujarnya.
Ia menjelaskan, manusia terdiri atas tiga komponen utama, yakni ruh atau iman, jiwa atau hati, dan jasad. Permasalahan kesehatan, kata dia, sering kali berawal dari hati dan pola pikir yang tidak selaras. Gangguan pada aspek batin dapat berdampak pada kondisi fisik. Karena itu, langkah pertama memulihkan kesehatan adalah membenahi mindset dan keimanan.

Langkah kedua, lanjutnya, adalah memperbaiki pola makan. Ia mengingatkan bahwa sebagian besar penyakit berawal dari konsumsi gula dan karbohidrat berlebih. Saat berbuka puasa, umat Islam dianjurkan tidak langsung menaikkan kadar gula darah secara drastis.
“Jangan biarkan gula darah melonjak saat berbuka. Hindari sirup berlebihan, gorengan, dan makanan tinggi gula,” pesannya.
Sebagai alternatif, dr Zaidul menyarankan berbuka dengan kurma dalam jumlah ganjil, sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW. Kurma dapat dikombinasikan dengan sedikit butter serta air mineral yang dicampur perasan jeruk nipis, madu, dan sedikit garam alami. Pola ini dinilai membantu menjaga kestabilan gula darah.
Ia juga menekankan pentingnya mengonsumsi makanan utuh seperti alpukat, ubi ungu tinggi antioksidan, serta menghindari kebiasaan mengolah buah menjadi jus dengan tambahan gula.

“Buah lebih baik dimakan langsung, bukan diblender dengan tambahan gula,” ujarnya.
Selain pola makan, dr Zaidul mengingatkan pentingnya aktivitas fisik. Menurutnya, otot merupakan “pembakar gula” paling efektif dalam tubuh. Karena itu, olahraga teratur menjadi bagian dari upaya memperkuat imunitas.
Dalam kajian tersebut, ia juga menyinggung konsep Jurus Sehat Rasulullah (JSR) yang digagasnya, yakni metode hidup sehat berbasis bahan alami seperti kunyit, jahe, dan sereh untuk membantu detoksifikasi serta menjaga daya tahan tubuh.
Diketahui, dr Zaidul Akbar lahir di Jambi, 30 November 1977, dan menyelesaikan pendidikan dokter umum di Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro pada 2003. Ia dikenal luas sebagai pendakwah yang mengintegrasikan pendekatan medis dan nilai-nilai Islam dalam edukasi kesehatan.
Tema The Ultimate Reset dinilai relevan dengan semangat Ramadhan sebagai momentum memperbaiki kualitas diri secara menyeluruh. Melalui kajian ini, Sekolah Insan Sejahtera berharap peserta tidak hanya memperoleh pemahaman spiritual, tetapi juga kesadaran untuk menerapkan pola hidup sehat selama Ramadhan dan seterusnya.(rik)







