Oleh Drs. H. Cecep Parhan Mubarok, M.H.
(Ketua Komisi Hukum Dan Perundang Undangan MUI Kab. Sumedang)
PUASA Ramadhan bukan sekadar ibadah ritual, tetapi madrasah pembentukan integritas. Allah menjelaskan tujuan puasa:
يَ أَي هَُّا الَّذِينَ آمَنُوا كتِبَ عَلَيْكُمُ ال صيَامُ كمَا كتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَ بْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَ تَّ قُونَ
( البقرة: ١٨٣ )
Tujuannya adalah takwa dan takwa adalah fondasi integritas hukum.
1.Integritas Lahir dari Muraqabah (Merasa Diawasi Allah)
Allah berfirman:
أَلَ ي عَْلَمْ بَِِنَّ الَّلّ ي رََى (العلق: ١٤ (
Puasa adalah ibadah yang tidak bisa diverifikasi manusia.
Karena itu Allah berfirman dalam hadits qudsi:
قَالَ الَّلّ تَ عَالَ : كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَه إِلَّّ الصَّوْمَ فَإِنَّه لِ وَأَنَ أَجْزِي بِهِ (رواه البخاري ومسلم)
Puasa melatih kejujuran batin. Jika seseorang jujur kepada Allah, maka ia akan jujur dalam amanah hukum.
2.Puasa Mengendalikan Nafsu Akar Pelanggaran Hukum
Allah berfirman:
وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَب هِ وَنَََى النَّ فْسَ عَنِ الْْوََ ى فَإِنَّ الَْْنَّة هِيَ الْمَأْوَ ى
( النازعا ت: ٤٠ – ٤١ )
Banyak pelanggaran hukum lahir dari hawa nafsu.
Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:
ال صيَامُ جُنَّة (روا ه البخار ي ومسلم)
Puasa adalah perisai. Perisai dari dorongan nafsu yang melahirkan korupsi, kezaliman, dan kecurangan.
3.Puasa dan Kejujuran Moral
Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:
مَنْ لَ يَدَعْ قَ وْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَ لَيْسَ لَِّلّ حَاجَ ة فِ أَنْ يَدَعَ طَعَامَ هُ وَشَرَابَه (رواه البخاري)
Puasa harus melahirkan integritas lisan dan perbuatan.
Allah juga memerintahkan keadilan:
يَ أَي هَُّا الَّذِينَ آمَنُوا كونُو ا قَ وَّامِيَ بِِلْقِسْطِ شُهَدَاء لَِّلّ (النساء: ١٣٥ (
Integritas hukum menuntut keberanian menegakkan keadilan karena Allah, bukan karena tekanan atau kepentingan.
4.Puasa dan Keadilan Sosial
Allah berfirman:
وَفِ أَمْوَالِِْمْ حَ ق لِلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ (الذاري ت: ١٩ (
Puasa melahirkan empati sosial. Integritas hukum tidak hanya menghukum yang salah, tetapi memastikan hak-hak yang lemah terpenuhi.
Jika Ramadhan membentuk kita menjadi pribadi yang:
1.Merasa diawasi Allah (المراقبة )
2.Mampu menahan nafsu ( ضبط النف س )
3.Jujur dan adil ( العدل والصدق )
4.Amanah dalam tanggung jawab ( الأمانة والمسئولية )
Maka Ramadhan telah membangun integritas hukum dalam diri kita. Karena hukum yang kokoh bukan hanya berdiri di atas pasal-pasal, tetapi di atas hati yang bertakwa.
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الْمُتَّقِيَ، وَاجْعَلْ صِيَامَنَا سَبَ بًا لِصَلََ ح أَحْوَالِنَ ا





