RADARSUMEDANG.id, JATINANGOR – SMA Plus Al-Aqsa Jatinangor, Kabupaten Sumedang, terus memperkuat pembelajaran berbasis keterampilan melalui program vokasi keahlian bagi siswa.
Program ini difokuskan untuk membekali peserta didik dengan life skill sebagai bekal kemandirian setelah lulus sekolah.
Kepala SMA Plus Al-Aqsa Jatinangor, Apip Hadi Susanto, M.Pd., mengatakan program vokasi tersebut menyasar khusus siswa kelas XII dengan jumlah 123 orang.
“Para siswa mendapatkan pelatihan intensif selama satu pekan, mulai pukul 07.00 hingga 15.00 WIB. Melalui program ini, kami ingin membekali anak-anak dengan keterampilan hidup yang nyata, sehingga mereka siap mandiri, baik melanjutkan kuliah maupun langsung terjun ke dunia kerja,” ujar Apip kepada Radar Sumedang. Sabtu (18/04).
Ia menambahkan, keterampilan yang diajarkan kepada siswa meliputi tata boga, tata busana, tata rias kecantikan, pangkas rambut, hingga desain dan percetakan.
“Kami sengaja menghadirkan instruktur profesional dari lembaga pelatihan kerja (LPK) juga diakhiri dengan pemberian sertifikat kepada peserta,” katanya.
Apip menjelaskan, program yang telah berjalan selama tiga tahun ini menunjukkan hasil positif. Salah satunya terlihat dari kemampuan siswa di bidang tata busana yang kini sudah mampu memproduksi pakaian seperti gamis secara mandiri.
“Alhamdulillah, anak-anak sudah bisa menghasilkan karya. Ini menjadi bekal penting agar mereka punya nilai tambah setelah lulus,” katanya.
Menurutnya, program vokasi ini diikuti seluruh siswa kelas XII sebagai bagian dari penguatan keterampilan praktis di lingkungan sekolah berbasis pesantren tersebut.
“Kami berharap, keterampilan yang dimiliki anak-anak dapat dimanfaatkan untuk membantu pembiayaan pendidikan, termasuk saat melanjutkan ke perguruan tinggi,” pungkas Apip.
Sementara itu, Pimpinan Pondok Modern Al-Aqsa Jatinangor, Sumedang, Dr. KH. Mukhlis Aliyudin, M.Ag., turut mengapresiasi langkah sekolah dalam menghadirkan program vokasi tersebut.
Ia menilai, pembekalan keterampilan menjadi kunci penting dalam mencetak generasi yang mandiri dan produktif. (tha)






