RADARSUMEDANG.id, MAJALENGKA – Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS Jawa Barat, H Ridwan Solichin, SIP, MSi memberikan apresiasi terhadap langkah strategis Anggota DPR RI Fraksi PKS, H Ateng Sutisna, dalam mendirikan Padepokan Domba Tangkas Condra Wisesa di Kabupaten Majalengka.
Menurut politisi senior PKS Jabar yang familiar disapa Kang Rinso ini, keberadaan padepokan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai rumah aspirasi, tetapi juga telah berkembang menjadi pusat pemberdayaan masyarakat yang berdampak nyata bagi warga sekitar.
“Ini langkah yang sangat strategis. Apa yang dilakukan Pak Haji Ateng bukan sekadar menghadirkan ruang serap aspirasi, tapi juga membangun ekosistem pemberdayaan masyarakat yang konkret,” ujar Kang Rinso baru-baru ini.
Padepokan Condra Wisesa sendiri dikenal sebagai rumah aspirasi H Ateng Sutisna yang aktif menampung, mengelola, dan menindaklanjuti berbagai kebutuhan masyarakat. Lebih dari itu, tempat ini juga menjadi ruang edukasi dan pengembangan potensi warga, khususnya di bidang peternakan dan ekonomi kreatif.
Sebelumnya, Sekretariat Fraksi PKS DPR RI melakukan kunjungan pembelajaran lapangan ke lokasi tersebut dalam rangkaian kegiatan di daerah pemilihan (dapil) Jawa Barat IX. Kunjungan ini menjadi ajang studi banding terkait pengelolaan rumah aspirasi berbasis pemberdayaan masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, berbagai aktivitas ditampilkan, mulai dari lomba menggambar dan mewarnai bertema peternakan untuk anak-anak, hingga atraksi pencak silat sebagai bagian dari pelestarian budaya dan pembinaan generasi muda.
H Ateng Sutisna menjelaskan bahwa padepokan yang ia dirikan tidak hanya fokus pada peternakan domba, tetapi juga menjadi sarana edukasi ketahanan pangan serta peluang ekonomi berbasis lokal.
“Rumah aspirasi ini bukan hanya tempat menyerap keluhan masyarakat, tetapi juga ruang pemberdayaan. Warga bisa belajar, berlatih, dan mengembangkan potensi ekonomi kreatif mereka,” ungkapnya.
Selain itu, berbagai pelatihan juga digelar di lokasi tersebut, seperti pelatihan barista, sablon kaos, hingga penguatan keterampilan kader dan masyarakat dalam mengembangkan usaha mandiri.
Kang Rinso menilai model seperti ini patut direplikasi oleh anggota legislatif lainnya karena mampu membangun hubungan yang lebih erat dengan masyarakat sekaligus mendorong kemandirian ekonomi warga.
“Ini contoh nyata bagaimana wakil rakyat hadir bukan hanya saat reses, tapi juga menciptakan ruang tumbuh bagi masyarakat. Dampaknya jelas terasa,” katanya.
Kunjungan dan pengembangan Padepokan Condra Wisesa diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi penguatan peran rumah aspirasi sebagai pusat inovasi sosial dan ekonomi berbasis masyarakat di berbagai daerah.(rik)






