BERITA SINGKAT
- Tim SAR gabungan berhasil menemukan dua wisatawan yang hilang akibat longsor di Curug Cileat, Subang.
- Kedua korban ditemukan meninggal dunia di jurang sedalam sekitar 100 meter.
- Proses evakuasi terkendala medan curam, longsor susulan, dan cuaca tidak menentu.
- Korban diketahui bernama Alda Apriliani dan Winda Limbong asal Karawang.
- Operasi SAR resmi ditutup setelah kedua korban berhasil dievakuasi.
RADARSUMEDANG.id, SUBANG – Momen dramatis mewarnai proses evakuasi dua wisatawan yang hilang terseret longsor di jalur menuju Curug Cileat, Kampung Cibago, Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang.
Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan kedua korban pada Sabtu (16/5/2026) di jurang dengan kedalaman kurang lebih 100 meter.
“Korban ditemukan di jurang sedalam kurang lebih 100 meter. Kami berkomitmen untuk melakukan evakuasi dan penanganan secara maksimal dengan tetap mengutamakan keselamatan. Kehadiran kami di sini adalah bentuk tanggung jawab untuk membantu masyarakat yang terdampak,” ujar Kapolsek Cisalak, Iptu Endang di lokasi kejadian.
Sebelumnya, Tim SAR gabungan bergerak cepat menuju lokasi dengan membawa berbagai peralatan pendukung, mulai dari kendaraan angkut personel, alat pelindung diri, peralatan manual hingga perlengkapan evakuasi.
Untuk menjangkau titik longsor, tim dibagi menjadi dua kelompok pencarian dan harus berjalan kaki menembus medan yang sulit.
Tim pertama dipimpin langsung Kapolsek Cisalak, Iptu Endang dengan melakukan penyisiran jalur pendakian menuju Curug Cileat tepatnya ke titik longsor yang berjarak sekitar 4 kilometer dari permukiman warga.
Sementara tim kedua melakukan penyisiran di wilayah aliran Sungai Cileat menuju area longsor.
Sekitar pukul 11.30 WIB, posisi korban akhirnya ditemukan di area longsoran. Namun proses evakuasi memakan waktu sekitar satu jam karena korban tertimbun bebatuan dan tanah.
Diketahui, dua korban bernama Alda Apriliani (22) warga Cikampek dan Winda Limbong (20) warga Kosambi, Karawang.
Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Bandung, Moch Adip mengatakan, kedua korban ditemukan sekitar 105 meter di bawah tebing longsoran dalam kondisi meninggal dunia dan berada berdekatan.
“Kondisi korban saat ditemukan meninggal dunia dan berdekatan. Pertama Winda, kedua Alda di lokasi tersebut,” ujar Adip usai proses evakuasi.
Menurutnya, medan menuju lokasi kejadian yang curam serta jarak dari posko utama sekitar dua jam perjalanan menjadi tantangan tersendiri bagi Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, TAGANA dan relawan lainnya.
Selain itu, selama operasi berlangsung, tim juga harus mewaspadai potensi longsor susulan dan cuaca yang tidak menentu.
Usai ditemukan, kedua jenazah korban langsung dibawa ke Puskesmas Cisalak sebelum dipulangkan ke rumah duka di Karawang.
Adip menambahkan, operasi SAR resmi dinyatakan selesai setelah seluruh korban berhasil ditemukan.
“Setelah ditemukannya dua korban yang kita cari, hari ini kita nyatakan ditutup karena para korban ditemukan,” tambahnya.
Sebelumnya, kedua wisatawan dilaporkan hilang pada Jumat (15/5/2026) sekitar pukul 14.40 WIB akibat longsor di jalur menuju Curug Cileat.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bencana alam, khususnya di kawasan wisata alam yang rawan longsor.
(Anr)







