RADARSUMEDANG.id, RANCAKALONG – Sejumlah pengendara yang melintasi ruas jalan provinsi Rancakalong–Subang, tepatnya di kawasan Jembatan Cibawang, mengeluhkan minimnya penerangan jalan umum (PJU).
Kondisi tersebut dinilai membahayakan, terutama pada malam hari karena jalur di lokasi itu memiliki tikungan tajam yang rawan kecelakaan.
Salah seorang Pengendara, Hamdani, mengatakan minimnya lampu penerangan di kawasan tersebut sudah lama menjadi keluhan masyarakat maupun pengguna jalan. Menurutnya, situasi semakin berisiko saat cuaca buruk atau kabut turun pada malam hari.
“Kalau malam sangat gelap, apalagi di tikungan dekat jembatan. Pengendara harus ekstra hati-hati karena jarak pandang terbatas,” ujar Hamdani, Minggu (21/6).
Ia menambahkan, beberapa kali terjadi insiden kendaraan yang nyaris terperosok maupun kehilangan kendali akibat kondisi jalan yang gelap dan berbelok. Karena itu, ia meminta pemerintah provinsi segera melakukan pemasangan PJU di titik-titik rawan.
Menurut Hamdani, keberadaan PJU sangat penting untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan, terlebih ruas Rancakalong–Subang merupakan jalur penghubung yang cukup ramai dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
“Kami berharap instansi terkait tidak menunggu jatuhnya korban jiwa untuk mengambil langkah konkret. Selain pemasangan PJU, masyarakat juga meminta adanya penambahan rambu peringatan di sekitar Jembatan Cibawang guna mengurangi risiko kecelakaan,” tandasnya.
Sementara itu, Minimnya penerangan jalan umum (PJU) di ruas Jalan Raya Bandung-Sumedang kembali menjadi sorotan setelah terjadi kecelakaan beruntun yang melibatkan empat sepeda motor dan sebuah truk tronton mogok di kawasan Warung Pinus Cigendel, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jumat (19/6) malam sekitar pukul 19.15 WIB.
Akibat insiden tersebut, tiga pengendara mengalami luka serius di bagian kepala dan wajah. Sementara dua pengendara lainnya selamat tanpa mengalami luka dan langsung meninggalkan lokasi.
Peristiwa bermula saat sebuah truk tronton mengalami mati mesin dan berhenti di tepi jalan. Kondisi jalan yang gelap gulita tanpa penerangan membuat pengendara yang melintas tidak menyadari keberadaan kendaraan besar tersebut.
Seorang saksi mata yang juga sopir truk di lokasi menyebutkan, sedikitnya empat sepeda motor menghantam bagian belakang truk mogok itu secara beruntun.
“Empat motor menabrak truk yang mogok. Dua pengendara selamat dan langsung melanjutkan perjalanan,” ujar Riki.
Petugas dari Satlantas Polres Sumedang yang tiba di lokasi langsung mengamankan truk serta dua unit sepeda motor yang mengalami kerusakan untuk kepentingan penyelidikan.
Dari data sementara, korban luka terdiri dari dua pria dan satu perempuan. Ketiganya mengalami luka cukup serius dan langsung dilarikan ke Puskesmas Tanjungsari untuk mendapatkan penanganan medis.
Babinsa Desa Cigendel, Asep Nurdin, membenarkan proses evakuasi dilakukan cepat oleh petugas gabungan.
“Seluruh korban luka sudah dievakuasi ke Puskesmas Tanjungsari untuk mendapatkan penanganan medis,” katanya.
Selain korban luka, dua kendaraan yang terlibat juga mengalami tingkat kerusakan berbeda. Satu unit Honda Scoopy hijau mengalami rusak berat pada bagian depan hingga tersangkut di kolong truk. Sementara satu unit Yamaha Fazzio hitam-merah hanya mengalami kerusakan ringan.
Proses evakuasi berlangsung dramatis di tengah kondisi jalan yang minim pencahayaan. Petugas menggunakan kendaraan ranger Polsek Pamulihan dan ambulans untuk mengevakuasi korban. (tha)






