RADARSUMEDANG.ID – Tanggal 25 Juni 2026 menjadi hari bersejarah tersendiri bagi Yadi Handriansyah. Tepat di usianya yang ke-33 tahun, mantan anak jalanan itu kini telah mengantongi Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Yadi yang hidup sebatang kara mulai mengurus administrasi kependudukan (Adminduk) pada pertengahan 2025 lalu di kampung halamannya, Desa Padamulya, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung. Hingga akhirnya KTP bisa keluar di kantor Disdukcapil Sumedang pada 23 Juni 2026 dan diterima Yadi pada 24 Juni 2026.
“Alhamdulillah ya Allah, sekarang udah punya KTP,” ucap Yadi sembari sujud syukur pada Rabu, 24 Juni 2026. Keseharian lelaki itu bekerja serabutan dan setiap malam menumpang menginap di Balai Benih Ikan (BBI) Tegalkalong, Kelurahan Talun, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang.
Tujuan utama yang mendorong dia ingin memiliki KTP lantaran sudah mendaftar sekolah paket A di PKBM Cendikia Purnama-Yayasan Prabha Ilmi Sumedang. “Dari dulu pengen bisa belajar tulis baca, tapi tak bisa sekolah lantaran teu boga KTP. Alhamdulillah sekarang udah bisa sekolah,” jelas Yadi yang baru masuk sekolah di PKBM Cendikia Purnama sejak awal Juni 2026.
Pihak Yayasan Prabha Ilmi Sumedang sendiri menerima siswa dimaksud meskipun pada saat mendaftar dan awal belajar sama sekali belum memiliki KTP dan kartu keluarga (KK). Persyaratan administrasi KTP dan lainnya bisa menyusul belakangan, sehingga Yadi bertambah semangat untuk mengurus Adminduk demi melengkapi keperluan belajar di sekolahnya.
Yadi mengisahkan, kabur dari kampung halamannya saat usia kelas 1 SD dengan maksud mencari kedua orangtuanya. Meskipun kedua orangtuanya itu hingga sekarang tidak dijumpainya. “Sampai sekarang masih pengen ketemu sama indung (ibu) dan bapak, engga tau dimana dari dulu dicari-cari,” sebut Yadi.
Sepanjang pergi meninggalkan kampung halaman, mulai bekerja dari menjadi pengamen bersama anak-anak jalanan se-usianya. Sejumlah sudut kota pernah ditempatinya untuk menyambung hidup.
Namun yang paling sering didiami Yadi adalah seputaran Tegalkalong dan Pasarraya Sumedang sekitarnya. Beranjak umur beragam pula pekerjaan yang digelutinya. Pernah menjadi agen penumpang angkot, kuli angkut barang di pasar, bawa becak hingga menunggu kios pom bensin mini serta lainnya.
Sering lama menginap di beberapa pos ronda berpindah-pindah setiap malam. Hingga sekarang menumpang tempat tinggal di BBI Tegalkalong. Sesekali pernah pulang ke kampung halamannya. Meskipun sudah tidak memiliki saudara dekat, namun dia tetap diperlakukan secara baik di kampung halamannya sendiri.
Khusus KTP meskipun awal dibuat di Kabupaten Bandung, akan tetapi bisa keluar dicetak di Kabupaten Sumedang. Sedangkan KK tetap harus dikeluarkan dari Pemkab Bandung karena mesti ada tandatangan kepala Disdukcapil Pemkab Bandung. “Haturnuhun pemerintah, haturnuhun wargi masyarakat atas perhatian ka abdi selama ini,” tutup Yadi. (tri)






