RADARSUMEDANG.id – Komisi I DPRD Kabupaten Sumedang menegaskan bahwa slogan “Jalan Leucir Nepi ka Desa” harus diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur yang benar-benar dirasakan masyarakat hingga ke pelosok desa.
Penegasan tersebut disampaikan Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sumedang, Asep Kurnia, usai mengikuti Rapat Pembahasan Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P2APBD) Tahun Anggaran 2025 di Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Sumedang, Selasa (7/7).
Rapat dipimpin Kepala DPUTR Kabupaten Sumedang Andri Indra Widianto dan dihadiri jajaran Pokja I DPRD Kabupaten Sumedang yang dipimpin Koordinator Sidik Jafar, didampingi Ketua Komisi I DPRD Sumedang Asep Kurnia, Hj. Tita Karlita, serta Agung Gundara.
Menurut Asep, pembahasan P2APBD bukan sekadar mengevaluasi administrasi pelaksanaan anggaran, tetapi juga memastikan manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat.
“Jalan leucir nepi ka desa bukan hanya slogan, tetapi harus diwujudkan dalam keberpihakan anggaran. Melalui pembahasan pertanggungjawaban APBD ini kami ingin melihat sejauh mana komitmen tersebut telah direalisasikan sepanjang tahun 2025,” ujarnya.
Ia mengatakan, persoalan jalan rusak masih menjadi keluhan utama masyarakat sehingga membutuhkan perhatian serius pemerintah daerah bersama DPRD.
Menurutnya, keberhasilan pemerintah tidak hanya diukur dari capaian administrasi maupun opini atas laporan keuangan, tetapi juga dari tingkat kepuasan masyarakat terhadap hasil pembangunan.
“Saya yakin jika masyarakat puas terhadap pembangunan jalan, maka cita-cita mewujudkan Sumedang Simpati akan semakin mudah tercapai,” katanya.
Asep menambahkan, DPRD juga meminta DPUTR menyampaikan gambaran yang lebih rinci mengenai capaian pembangunan jalan selama tahun 2025, termasuk jumlah ruas jalan rusak berat maupun sedang yang telah berhasil ditingkatkan kondisinya.
“Kendati ada berbagai kendala seperti keterbatasan anggaran, peralatan maupun faktor lainnya, masyarakat tidak melihat itu. Yang mereka inginkan adalah jalan mulus. Karena itu kami ingin mendapatkan gambaran yang jelas, berapa banyak jalan yang berhasil diperbaiki sepanjang 2025 dan bagaimana progres penanganan ruas-ruas yang sebelumnya rusak berat,” pungkasnya. (jim)




