RADARSUMEDANG.id, SUMEDANG SELATAN – Menjelang tahun ajaran baru 2026/2027, Komunitas dan Penghobi Layangan Kabupaten Sumedang menggelar Kejuaraan Aduan Layangan Antar Pelajar se-Kabupaten Sumedang. Kejuaraan yang memperebutkan Piala Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Sumedang itu dipusatkan di Arena Pacuan Kuda Sumedang, Sabtu (11/7/2026).
Ketua Panitia, Rikhalmi Kadrial, mengatakan kejuaraan tersebut menjadi wadah bagi para pelajar untuk mengisi masa liburan dengan kegiatan yang positif sekaligus melestarikan permainan tradisional.
“Kejuaraan ini khusus untuk pelajar se-Kabupaten Sumedang dengan memperebutkan Piala Kadisdik. Alhamdulillah diikuti 128 peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Sumedang,” kata Rikhalmi yang akrab disapa Iko kepada Radar Sumedang.
Menurutnya, peserta berasal dari rentang usia 6 hingga 18 tahun. Seluruh peserta menggunakan layangan berukuran 95 sentimeter, sedangkan benang gelasan dan layangan disiapkan masing-masing peserta.
“Panitia hanya mengatur panjang benang agar ketinggian layangan yang diterbangkan tetap sesuai dan pertandingan berlangsung adil,” ujarnya.
Iko mengapresiasi dukungan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, khususnya Kepala Dinas Pendidikan, yang mendukung penyelenggaraan kegiatan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang atas dukungannya. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi sarana sosialisasi kepada masyarakat agar bermain layangan dilakukan di tempat yang aman, jauh dari jaringan listrik, jalan raya, serta tidak mengganggu fasilitas umum,” paparnya.
Ia menambahkan, komunitasnya telah beberapa kali menyelenggarakan kejuaraan layangan, termasuk event tingkat nasional pada 2016 di Kiara Payung yang diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
“Harapan kami, apabila mendapat dukungan dari pemerintah daerah, Sumedang dapat kembali menjadi tuan rumah kejuaraan layangan tingkat nasional,” ungkapnya.
Di tempat yang sama, Kepala Seksi Pengembangan Sarana dan Prasarana SD Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Enjang Supriadi, mengapresiasi terselenggaranya kejuaraan tersebut. Menurutnya, kegiatan itu menjadi salah satu bentuk pemanfaatan waktu libur sekolah secara positif menjelang dimulainya tahun ajaran baru.
“Kami mewakili pimpinan Dinas Pendidikan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia yang telah menyelenggarakan kejuaraan aduan layangan ini. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini terus berlanjut sebagai upaya menjaga dan melestarikan permainan tradisional,” ujarnya.
Enjang menilai permainan layangan merupakan bagian dari kenangan masa kecil yang perlu kembali diperkenalkan kepada generasi muda. Karena itu, ia mengingatkan para pelajar agar bermain layangan di lokasi yang aman.
“Seperti yang disampaikan panitia, bermain layangan harus dilakukan di tempat yang aman, jauh dari jalan raya maupun jaringan listrik. Ini menjadi edukasi yang sangat baik bagi para pelajar. Karena itu Pak Kadis sangat mendukung kegiatan ini. Kita tahu benang gelasan dan layangan yang dimainkan di dekat jaringan listrik dapat membahayakan,” katanya.
Selain melestarikan permainan tradisional, lanjut Enjang, kegiatan tersebut juga menjadi alternatif untuk mengurangi ketergantungan anak terhadap penggunaan gawai.
“Ini menjadi media positif agar anak-anak memiliki ruang berekspresi, beraktivitas di luar ruangan, dan tidak terus-menerus bergantung pada gadget,” pungkasnya. (jim)





