RADARSUMEDANG.id, KOTA– Seluruh siswa kelas VII SMPIT Insan Sejahtera Sumedang mengikuti Leadership Camp 2026 bertema “Glorious Generation” yang digelar selama tiga hari dua malam, 22–24 Juli 2026, di Kampung Ladang. Kegiatan yang menjadi program unggulan tahunan sekolah tersebut terselenggara melalui kerja sama dengan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Santri Siap Guna Daarut Tauhiid (LPM SSG DT).
Leadership Camp menjadi bagian dari proses pembentukan karakter siswa baru agar memiliki mental tangguh, disiplin, mandiri, serta berjiwa kepemimpinan Islami sejak awal memasuki jenjang pendidikan SMP.
Kepala SMPIT Insan Sejahtera Sumedang, Khodijah Mustaqimah, SE, M.Si., mengatakan kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang berkemah di alam terbuka, melainkan sebuah proses pendidikan karakter yang dirancang secara menyeluruh.
“Leadership Camp ini menjadi langkah awal dalam membentuk karakter siswa sebagai generasi yang tangguh, mandiri, disiplin, serta memiliki jiwa kepemimpinan yang dilandasi nilai-nilai Islam. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang agar mereka belajar melalui pengalaman langsung,” ujarnya.

Selama tiga hari, para peserta mengikuti berbagai aktivitas yang menantang kemampuan fisik, mental, emosional, hingga spiritual. Hari dimulai dengan senam pagi, dilanjutkan leadership game yang mengharuskan siswa bekerja dalam kelompok, outbound dan penjelajahan alam yang menumbuhkan kekompakan serta kemampuan memecahkan masalah secara bersama-sama.
Peserta juga mendapatkan sejumlah materi penguatan karakter dari instruktur LPM SSG Daarut Tauhiid, di antaranya Karakter Baik dan Kuat (BAKU), Belajar adalah Ibadah, serta Dobrak Diri.
Pada sesi Dobrak Diri, siswa diajak keluar dari zona nyaman melalui berbagai simulasi, seperti meniup balon hingga batas kemampuan dan mematahkan pensil hanya dengan jari telunjuk sebagai simbol bahwa keterbatasan diri dapat dilampaui dengan keyakinan, fokus, dan keberanian.
Malam harinya, suasana semakin khidmat melalui kegiatan api unggun, berkemah, muhasabah, serta renungan malam yang menjadi momentum bagi peserta untuk mengevaluasi diri dan memperkuat hubungan spiritual kepada Allah SWT.
Salah satu sesi yang paling menarik perhatian adalah materi tentang pengelolaan persepsi. Dalam kegiatan tersebut, mata peserta ditutup kain, kemudian mereka diminta mengenali berbagai benda maupun reptil hanya melalui sentuhan dan penciuman.
Beragam reaksi pun muncul. Ada siswa yang spontan berteriak, ada yang terus berdzikir, sebagian tampak histeris, sementara lainnya tetap tenang ketika menyentuh reptil, termasuk ular sanca jinak yang telah dipastikan aman oleh instruktur.
Menurut Khodijah, pengalaman tersebut bukan bertujuan menakut-nakuti peserta, melainkan melatih keberanian, kemampuan mengendalikan emosi, serta mengajarkan bahwa persepsi seseorang belum tentu sama dengan kenyataan.

Selain itu, para siswa juga dikenalkan dengan berbagai jenis reptil sebagai media pembelajaran untuk menumbuhkan rasa ingin tahu, keberanian, dan penghargaan terhadap ciptaan Allah SWT.
“Dengan suasana alam yang tenang namun menantang, Leadership Camp menjadi arena pembelajaran yang kontekstual, menyenangkan, sekaligus bermakna. Setiap aktivitas mengandung nilai kepemimpinan Islami, mulai dari kedisiplinan dalam menjalankan ibadah wajib maupun sunnah, hingga pentingnya empati, kerja sama, dan tanggung jawab terhadap sesama,” jelasnya.
Ia menegaskan, Leadership Camp bukanlah akhir dari proses pendidikan karakter, tetapi justru fondasi awal perjalanan siswa selama menempuh pendidikan di SMPIT Insan Sejahtera.
“Ini bukan akhir, tetapi awal dari proses panjang mereka belajar dan tumbuh menjadi pemimpin masa depan, pejuang dakwah, sekaligus kebanggaan keluarga,” tegas Khodijah.
Sementara itu, Pembina Yayasan Mitra Insan Sejahtera, Hj. Yani Citraeni, SE, M.Pd., yang akrab disapa Umi Yani, mengapresiasi semangat para siswa, dedikasi seluruh guru dan panitia, serta sinergi dengan LPM SSG Daarut Tauhiid dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
“Leadership Camp ini merupakan momentum yang sangat luar biasa untuk menempa karakter dan jiwa kepemimpinan anak-anak kita sejak dini. Saya mengapresiasi dedikasi guru, tim pelaksana, serta kolaborasi yang terjalin dengan SSG Daarut Tauhiid. Terlebih, saya ingin menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh orang tua yang telah memberikan kepercayaan dan dukungan penuh, baik secara moril maupun materiil, sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar,” ungkapnya.
Menurut Umi Yani, kepercayaan orang tua menjadi energi positif yang memperkuat ikhtiar sekolah dalam mencetak generasi unggul, tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga matang secara spiritual, sosial, dan kepemimpinan.
Ia berharap semangat yang ditanamkan selama Leadership Camp terus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari para siswa, baik di sekolah, keluarga, maupun masyarakat.(Rik)






