RADARSUMEDANG.ID – Secara umum kondisi beras cukup baik dan memenuhi syarat dari standar medium. Begitulah penjelasan Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Kabupaten Sumedang pada Sabtu, 1 Agustus 2026.
Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan, beras medium standar broken atau pecahannya 25 persen berkadar air 14 persen dan menirnya 2 persen. “Dan tadi itu rata-rata sudah di bawah standar, sehingga cukup dan masuk dalam kualitas standar beras medium,” sebutnya di salah satu mitra penggilingan padi Perum Bulog milik CV Sarana Putera 2 berlokasi Dusun Cileungsing, Desa Cilangkap, Kecamatan Buahdua.
Di CV Sarana Putera 2 itu Dirut Perum Bulog melaksanakan Sidak untuk mengecek mitra maklon yang dipercaya pihak Bulog dalam menggiling beras milik Bulog. “Saya saksikan tadi mulai dari kondisi pengering atau driyernya juga bagus dengan pengering bahan baku kayu dan hasil kering juga cukup kering, hasil lab juga dicek 12,8 kekeringan berasnya. Kemudian juga penggilingannya kami cek bersih rapi dan hasil giling memenuhi syarat,” jelasnya.
Namun demikian, pihaknya juga melakukan koreksi atas kinerja mitra maklon Bulog dimaksud. “Tadi saya koreksi tinggal bau-nya saja yang agak ditingkatkan supaya tidak terlalu apek,” ucapnya.
Dari koreksi tersebut diharapkan kedepan hal itu perlu dievaluasi. Apakah bahan bakunya yang belum siap panen atau proses pengeringan yang belum optimal, sehingga dapat meningkatkan hasil kualitas mitra maklon. Selain di CV Sarana Putera 2, Dirut Perum Bulog juga melaksanakan Sidak yang sama ke mitra maklon lainnya yang ada di Kabupaten Sumedang.
Lebih lanjut Ahmad Rizal menerangkan, stok Bulog pertanggal 1 Agustus 2026, capaian serapan secara nasional adalah 3,5 juta ton beras atau setara dengan 87 persen dari target nasional yang ditentukan presiden RI yaitu 4 juta ton. “Kami sekarang sudah 3,5. Ini berarti estimasi capaian 100 persen nanti di bulan September itu akan tembus 100 persen atau 4 juta ton,” ujarnya.
Namun nantinya walaupun sudah tembus 100 persen, pihaknya tetap berkomitmen dengan para mitra maklon menyerap hasil panen para petani, khususnya beras. “Kita tetap melakukan penyerapan semaksimal mungkin agar seluruh petani yang panen bisa kita serap dengan baik,” sebutnya.
Sesuai arahan tugas presiden RI, Bulog untuk mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan. “Dan Bulog Insya Allah dengan capaian yang sekarang ini sudah 87 persen atau 3,5 juta ton dengan tidak ada gangguan alam dan lain sebagainya, swasembada pangan di 2026 swasembada berkelanjutan itu bisa terwujud,” ulas Ahmad Rizal.
Di sisi lain dia menerangkan terkait kerja sama program MBG yang melibatkan Bulog. “Kalau untuk beras MBG itu baru masuk usulan kami kepada kepala MBG, pak Sudarsono, Mentan dan Menkopangan dan direncanakan,” ujarnya.
Program dimaksud akan terlebih dahulu mengadakan rapat koordinasi terbatas (Rakortas). Karena tanpa ada Rakortas pihaknya tidak bisa memutuskan hal tersebut, sehubungan harus ada perintah dari pemerintah.
Ahmad Rizal menambahkan, intinya nanti beras MBG tersebut beras Bulog yang kelasnya premium yang dilengkapi dengan vitamin-vitamin. “Beras fortifikasi mulai vitamin B-1 sampai B-12, asam folat, kemudian vitamin lainnya,” jelasnya.
Sehingga diharapkan anak Indonesia makan nasi MBG itu sudah bervitamin ditambah lauk pauk yang bergizi. “Sehingga 20 tahun, 30 tahun kedepan anak Indonesia betul-betul cerdas dan pintar dan mampu memimpin Indonesia dengan baik dan benar,” tutup Dirut Perum Bulog. (tri)






