RADARSUMEDANG.id, KOTA – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sumedang mengamankan sejumlah orang yang diduga terlibat dalam kasus penyekapan dan penganiayaan yang menyebabkan seorang pria asal Bandung, Handi (46), meninggal dunia.
Korban diduga disekap dan dianiaya sejumlah orang di Lingkungan Dano, kawasan Bundaran Alam Sari, Kelurahan Kota Kaler, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (7/8) sekitar pukul 23.00 WIB.
Kapolres Sumedang AKBP Reza Ma’ruffi mengatakan, pengamanan terhadap sejumlah orang tersebut dilakukan setelah penyidik memeriksa saksi-saksi dan mengumpulkan informasi terkait kejadian.
“Alhamdulillah hari ini kita sudah bisa mengamankan, namun untuk identitas lengkapnya nanti saat press rilis,” kata Reza, di Mapolres Sumedang, Senin (10/8).
Kapolres mengatakan, hingga kini polisi telah memeriksa 15 orang saksi. Pemeriksaan tersebut masih terus dilakukan untuk mengungkap peran masing-masing pihak dalam perkara tersebut.
“Kami sudah memeriksa 15 orang saksi, masih kami dalami apa peran masing-masing, siapa yang jadi saksi, siapa yang jadi pelaku,” ujarnya.
Menurut Reza, beberapa orang yang diduga terlibat sempat melarikan diri ke wilayah Jakarta Utara, tepatnya kawasan Tanjung Priok, setelah kejadian. Polisi kemudian melakukan pengejaran hingga berhasil mengamankan mereka.
“Setelah kejadian yang bersangkutan langsung kabur ke Tanjung Priok. Alhamdulillah kami sudah bisa amankan,” katanya.
Meski demikian, polisi belum mengungkap motif penyekapan dan penganiayaan yang berujung pada kematian korban. Penyidik masih mendalami latar belakang kejadian serta keterangan dan alibi dari masing-masing pihak yang telah diperiksa.
“Untuk motif masih kami pelajari. Jangan sampai nanti ada persepsi-persepsi lain. Masing-masing punya alibi, nanti dalam lidik lebih lanjut akan kita kembangkan,” tutur Reza.
Polisi juga masih menutup rapat kronologi lengkap dan identitas orang-orang yang telah diamankan. Informasi tersebut, kata Reza, akan disampaikan setelah proses pemeriksaan dan pendalaman perkara selesai.
“Kronologisnya juga belum, nanti kami sampaikan di kesempatan berikutnya,” imbuhnya.
Sebelumnya, Handi (46) dilaporkan meninggal dunia setelah diduga menjadi korban penyekapan dan penganiayaan oleh sejumlah orang di kawasan Bundaran Alam Sari, Kecamatan Sumedang Utara.
Korban sempat dilarikan ke RSUD Umar Wirahadikusumah Sumedang untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, nyawanya tidak tertolong dan korban dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu (8/8) pagi.
Pasca kejadian, lokasi yang diduga menjadi tempat berlangsungnya penyekapan dan penganiayaan masih dipasangi garis polisi hingga Minggu (9/8/).
Jenazah korban yang diketahui merupakan warga Bandung tersebut kemudian dimakamkan di TPU Cipadung, Kelurahan Kota Kaler. Sebelumnya, jenazah menjalani proses autopsi di Rumah Sakit Sartika Asih Bandung untuk kepentingan penyelidikan. (gun)






