RADARSUMEDANG.id, SUKASARI – Semangat pembaruan dan nasionalisme menggema dari lingkungan Pondok Pesantren Ma’had Kholafiyah Miftahul Hasanah, Desa Sukarapih, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang.
Di tengah momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, para santri didorong untuk mengambil peran dalam menentukan masa depan bangsa.
Pengasuh Pondok Pesantren Ma’had Kholafiyah Miftahul Hasanah, KH. Shofwan Wahyudin, menegaskan bahwa kemajuan Indonesia sangat bergantung pada kualitas generasi muda, khususnya dalam membangun etos belajar, kedisiplinan, serta ketangguhan mental.
Menurutnya, para santri harus mampu menempa diri dengan cepat, bijak, dan penuh semangat agar mampu menghadapi berbagai tantangan zaman.
Perubahan zaman, kata dia, menuntut generasi muda memiliki pola pikir yang terbuka sekaligus berpegang teguh pada nilai-nilai agama dan akhlak.
“Ketika kita sepakat belajar berpacu dengan cepat, para pendidik dan pengasuh di lembaga ini senantiasa mendoakan agar para santri dikaruniai kemudahan. Perjuangan ini memerlukan keteguhan mental dan perubahan mindset,” ujar KH. Shofwan.
Ia menekankan, mengisi kemerdekaan pada era modern tidak lagi diwujudkan melalui perjuangan mengangkat senjata. Perjuangan generasi saat ini adalah meningkatkan kualitas diri melalui penguasaan ilmu pengetahuan, kemandirian, kerja keras, serta membangun akhlak yang mulia.
Dalam orasinya, KH. Shofwan juga mengutip firman Allah SWT dalam Surah Ar-Ra’d ayat 11. Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa perubahan suatu kaum berkaitan erat dengan kemauan individu untuk melakukan perubahan terhadap dirinya sendiri.
“Perubahan tidak akan terjadi tanpa kemauan untuk bergerak. Karena itu, para santri harus berani mengubah mindset, meningkatkan kemampuan, dan membuktikannya melalui tindakan nyata,” pesannya.
Ia menilai pesantren memiliki posisi strategis dalam menyiapkan generasi bangsa yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki fondasi spiritual dan karakter yang kuat.
Karena itu, momentum kemerdekaan diharapkan menjadi ruang refleksi bagi seluruh santri untuk memperkuat tekad belajar dan mempersiapkan diri menjadi generasi penerus yang mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat, agama, dan negara.
Di bagian akhir amanatnya, KH. Shofwan mengajak seluruh elemen masyarakat, jajaran pesantren, dan para santri untuk terus mempererat persaudaraan serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Menurutnya, kemerdekaan harus dimaknai sebagai kesempatan untuk berkolaborasi, saling menguatkan dalam kebaikan, serta menjaga persatuan di tengah keberagaman.
“Persatuan harus terus kita jaga. NKRI adalah rumah bersama yang harus dipelihara dengan semangat Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika,” tegasnya. (tha)







