RADARSUMEDANG.ID, BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menghentikan sementara pelaksanaan Car Free Day (CFD) di kawasan Dago dan Buahbatu serta kegiatan Braga Bebas Kendaraan (Braga Beken) menyusul adanya temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait potensi kerugian keuangan daerah. Temuan BPK diduga berkaitan dengan penggunaan anggaran sebesar Rp2,7 miliar untuk belanja jasa ketenteraman dalam penyelenggaraan kegiatan.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan membenarkan adanya temuan BPK yang menjadi alasan Pemkot Bandung melakukan evaluasi mendalam sebelum memutuskan kelanjutan tiga kegiatan yang selama ini menjadi ruang aktivitas masyarakat dan penggerak ekonomi warga.
Farhan menjelaskan penghentian sementara dilakukan sebagai langkah kehati-hatian. Pemkot Bandung tidak ingin kegiatan yang memiliki manfaat sosial dan ekonomi itu tetap berjalan apabila masih terdapat persoalan administrasi maupun penggunaan anggaran yang belum sesuai dengan ketentuan.
“Betul. Saya memang sedang melakukan kajian yang sangat dalam. Teman-teman juga meminta agar tetap dilaksanakan CFD. Tapi karena ada temuan dari BPK ini, maka semuanya jadi ragu-ragu dan takut,” ujar Farhan, Kamis (27/8/2026).
Farhan mengatakan pihaknya kini tengah mempelajari secara menyeluruh dasar dan argumentasi yang melatarbelakangi temuan tersebut. Kajian diperlukan untuk memastikan apakah terdapat mekanisme yang harus diperbaiki sebelum CFD Dago, CFD Buahbatu, dan Braga Beken kembali dibuka untuk masyarakat.
Farhan pun menjelaskan temuan BPK berkaitan dengan dugaan penyalahgunaan anggaran sekitar Rp2,7 miliar yang dialokasikan untuk kebutuhan belanja jasa ketenteraman selama pelaksanaan CFD dan Braga Beken. Persoalan yang menjadi perhatian pembayaran anggaran kepada personel non-ASN.
Kondisi membuat Pemkot Bandung memilih menahan sementara penyelenggaraan kegiatan hingga seluruh aspek aturan dan mekanisme penggunaan anggaran dapat dipastikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Saya mesti memastikan dulu bahwa semua pelaksanaan kebijakan ini harus mematuhi aturan yang ada. Kalau aturannya sudah beres semuanya, insya Allah kedua program itu akan dibuka lagi,” kata Farhan.
Pernyataan membuka peluang CFD dan Braga Beken kembali digelar setelah proses evaluasi selesai. Namun, Farhan belum memastikan kapan kegiatan dapat dibuka kembali karena Pemkot Bandung masih menunggu hasil kajian terhadap temuan BPK dan penyelesaian persoalan yang berkaitan dengan penggunaan anggaran.
Bagi Pemkot Bandung, penghentian sementara CFD dan Braga Beken bukan berarti program dianggap tidak memberikan manfaat. Farhan menilai kegiatan bebas kendaraan justru telah menciptakan ruang interaksi baru bagi masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM.
Menurutnya, CFD Dago dan Buahbatu selama ini menjadi ruang publik yang dimanfaatkan warga untuk berolahraga, berkumpul, dan melakukan berbagai aktivitas pada akhir pekan. Kehadiran kegiatan memberikan kesempatan kepada pelaku UMKM untuk menjajakan produk dan memperoleh tambahan penghasilan.
“CFD baik yang di Buah Batu maupun yang di Dago, bagaimanapun memberikan ruang kepada masyarakat untuk berinteraksi, dapat ruang publik baru, terus UMKM juga bisa buka,” ucapnya.
Hal serupa berlaku untuk Braga Beken yang selama ini menghadirkan suasana bebas kendaraan di kawasan Jalan Braga. Penutupan ruas jalan bagi kendaraan pada waktu tertentu memungkinkan masyarakat menikmati salah satu kawasan ikonik Kota Bandung dengan lebih leluasa.
“Sedangkan Braga Bebas Kendaraan memberikan ruang kepada warga untuk menikmati jalan-jalan di sepanjang Jalan Braga di hari Sabtu dan Minggu,” ujar Farhan.
Farhan menambahkan Pemkot Bandung kini dihadapkan pada dua kepentingan, menjaga keberlanjutan ruang publik dan aktivitas ekonomi warga sekaligus memastikan setiap rupiah anggaran daerah digunakan sesuai aturan. Karena itu, hasil kajian terhadap temuan BPK akan menjadi dasar penting bagi pemerintah kota dalam menentukan skema baru penyelenggaraan CFD Dago, CFD Buahbatu, dan Braga Beken ke depan.
Evaluasi yang sedang dilakukan, masyarakat dan pelaku UMKM masih harus menunggu kepastian jadwal kembalinya kegiatan. Farhan memastikan pembukaan kembali CFD dan Braga Beken hanya akan dilakukan setelah persoalan aturan serta mekanisme anggaran dinyatakan aman dan sesuai dengan ketentuan. (dsn)






