RADARSUMEDANG.id —Labu Kabocha, atau biasa disebut labu Jepang menjadi salah satu pilihan para pedagang buah di Lembang, Kabupaten Bandung. Labu Kabcoha, memiliki bentuk yang unik dibanding labu pada umumnya yang berada di Indonesia.
Selain bentuknya yang unik, labu Kabocha memiliki tekstur yang pulen dan rasa manis yang khas. Karena itulah labu yang memiliki warna orange pekat khas ini menjadi bagian dagangan pedagang terutama di Pasar Buah Lembang.
Pengalaman dalam menjual labu Kabocha dirasakan oleh salah satu pedagang, Cucu (70). Ia mengatakan bahwa labu kabocha memang menjadi buah yang banyak di budidayakan oleh para petani di Lembang.
“Di Lembang memang banyak petani yang nanam labu kabocha, jadi mayoritas pedagang sayur atau buah pasti ngejual,” Kata Cucu saat ditemui dilapaknya, Kamis (27/8/2026).
Cucu mengungkapkan, Lembang memang menjadi salah satu tempat yang cocok dalam budi daya kabocha. Datarannya yang tinggi dan udara yang sejuk memang menjadi syarat untuk kabocha hidup.
“Karena di Lembang kan tinggi sama segar udaranya jadi emang cocok buat nanam kabocha, kalau didataran rendah susah karena kan biasanya panas sama kering,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa pembeli Kabocha didominasi oleh wisatawan yang berasal dari luar Jawa Barat seperti Jakarta hingga pulau Jawa.
“Biasanya pembelinya ya dari yang liburan ke Lembang, kebanyakan dari Jakarta atau pernah juga dari Jawa,” tambahnya.
Di lapak Cucu, labu Kabocha sendiri dibandrol dengan harga 15 rb perkilonya dengan berat kisaran 1 hingga 2kg per satuannya.
“Untuk harganya itu perkilonya 15rb kalau disini, kalau di tempat lain mungkin bisa lebih mahal atau malah murah,” ujarnya.
Cucu juga mengaku, tingkat hasil penjualan Kabocha belakangan ini telah menurun dibanding 10 tahun lalu. Ia mengatakan bahwa sebelum bangunan Pasar Buah Lembang di renovasi, Kabocha selalu diminati oleh para wisatawan yang membuatnya sangat untung. Namun, dirinya pun bingung kenapa semakin hari, minat labu kabocha kian menurun dan sepi.
“Ya untuk sekarang itu lagi sepi-sepinya, paling kalau Sabtu sama Minggu aja ada yang beli, itu juga paling 1 atau 2 pelanggan. Saya juga heran kenapa udah jarang yang beli, kalau dulu sebelum renovasi itu lumayan ramai malahan bus sering kesini bawa rombongan,” tuturnya.
Meski demikian, Cucu tidak memiliki niat sedikitpun untuk berhenti berjualan Kabocha. Baginya menjual labu Kabocha adalah salah satu cara yang ia miliki untuk mencari nafkah ditengah sepinya pembeli. (ASP/job)







