RADARSUMEDANG.id — Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumedang melalui UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) resmi membuka pendaftaran pelatihan vokasi nasional gelombang ke-5.
Kepala UPTD BLK Sumedang, Rika Sri Aryani mengatakan, pelatihan di penghujung tahun 2026 ini bersumber dari APBN 2026 untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing tenaga kerja lokal di tengah pasar kerja yang semakin kompetitif.
Kata Rika, program ini terbuka bagi warga Sumedang usia produktif minimal 17 tahun dan memiliki KTP, dengan latar belakang pendidikan lulusan SMA/SMK sederajat.
“Iya kami sudah membuka pelatihan dari Kemenaker ini dan untuk calon peserta diwajibkan memiliki akun SiapKerja, mendaftar melalui platform Skillhub, serta berkomitmen penuh untuk mengikuti seluruh rangkaian proses pelatihan hingga tuntas,” kata Rika kepada sejumlah awak media di Kantor UPTD BLK Sumedang, Jumat (11/9/2026).
Menurut Rika, program ini merupakan kesempatan emas bagi pencari kerja karena menyediakan kurikulum berbasis kebutuhan industri tanpa biaya sepeser pun.
Adapun proses daftar ulang dijadwalkan pada 24 September, pengumuman hasil seleksi pada 25 September, dan pelaksanaan pelatihan akan dimulai secara serentak pada 30 September. Durasi pelatihan sendiri akan berlangsung selama 18 hingga 26 hari.
“Jadi kepada masyarakat harus segera mendaftarkan diri mengingat ketersediaan bangku pelatihan yang sangat kompetitif dan terbatas. Kuota peserta terbatas hanya untuk 16 orang untuk setiap pelatihan,” ujarnya.
Lebih lanjut kata Rika, program pelatihan kali ini mencakup lima bidang keahlian prospektif. Pertama, menjahit pakaian wanita dewasa yang meliputi teknik pengukuran hingga penyelesaian pakaian.
Kedua, operator sewing yang fokus pada pengoperasian mesin jahit industri dan standar kualitas garmen.
Ketiga, pelatihan content creator yang mencakup riset ide hingga teknik editing video. Selanjutnya, tersedia pelatihan pembuatan roti dan kue yang mengajarkan teknik pengolahan adonan hingga finishing produk.
Terakhir, pelatihan barista yang memberikan keterampilan dasar hingga praktik profesional dalam meracik serta menyajikan berbagai jenis minuman kopi.
“Tentunya ini kesempatan yang mungkin sangat ditunggu-tunggu. Karena melalui pelatihan ini, peserta diharapkan memiliki kesiapan mental dan keterampilan teknis untuk segera terserap di dunia kerja atau merintis usaha mandiri,” katanya. (jim)







