RADARSUMEDANG.id, JATINANGOR – Kecamatan Jatinangor mulai mematangkan persiapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) secara digital melalui sosialisasi dan simulasi tata cara pemungutan suara elektronik, Jumat (16/10).
Kegiatan yang digelar di halaman Kantor Kecamatan Jatinangor tersebut diikuti bakal calon kepala desa, panitia Pilkades, dan tim sukses dari Desa Sayang, Cisempur, serta Jatimukti. Simulasi juga melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Jatinangor.
Plt. Camat Jatinangor Endang Rohmayudi mengatakan, sosialisasi tersebut bertujuan memastikan seluruh calon dan panitia memahami mekanisme pemilihan sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban selama tahapan Pilkades.
“Kami mengumpulkan para calon dan panitia Pilkades untuk menyampaikan tata cara pemilihan. Kami juga mengimbau setiap calon supaya dapat menjaga tim suksesnya agar keamanan dan ketertiban tetap terjaga,” kata Endang.
Menurut dia, terciptanya suasana kondusif bukan hanya menjadi tanggung jawab panitia, melainkan juga seluruh calon kepala desa beserta tim pendukungnya.
“Kami berharap seluruh pihak yang terlibat memiliki pemahaman yang sama sehingga Pilkades di Desa Sayang, Cisempur, dan Jatimukti dapat berjalan lancar serta kondusif,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sumedang Herman Suwandi yang bertugas sebagai liaison officer (LO) wilayah barat menjelaskan mekanisme pemungutan suara menggunakan perangkat digital.
“Pemilih diwajibkan membawa surat panggilan dan e-KTP ke Tempat Pemungutan Suara (TPS). Petugas kemudian melakukan verifikasi identitas menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK), dilanjutkan registrasi dan pengecekan jari untuk memastikan pemilih belum menggunakan hak suaranya,” ujarnya.
Setelah dipanggil, kata ia, pemilih menuju bilik suara digital dan memindai barcode pada surat undangan menggunakan tablet. Sistem selanjutnya menampilkan foto kandidat yang dapat dipilih sesuai kehendak pemilih.
Setelah memastikan pilihannya benar dan menekan tombol konfirmasi, sistem akan merekam suara serta menampilkan pemberitahuan bahwa pemungutan suara berhasil dilakukan. Pemilih kemudian menerima cetakan barcode sebagai bukti telah menggunakan hak pilih.
“Semua tahapan kami sampaikan melalui sosialisasi dan simulasi agar calon, panitia, dan tim sukses memahami proses pemilihan secara digital,” ujar Herman.
Pemerintah juga menyiapkan petugas pendamping bagi pemilih yang membutuhkan bantuan, dengan tetap menjaga kerahasiaan pilihan.
“Pilkades elektronik ini direncanakan diterapkan di 92 desa dengan total 424 TPS di Kabupaten Sumedang. Melalui simulasi tersebut, pemerintah berharap pelaksanaan pemilihan berlangsung mudah, aman, tertib, transparan, dan akuntabel,” tandasnya. (tha)





