Radarsumedang.id – Memiliki jaminan kesehatan dirasa sangat penting untuk melindungi masyarakat merasakan risiko mengeluarkan biaya yang besar saat menjalani pengobatan di fasilitas kesehatan.
Seseorang yang sudah terlindungi jaminan kesehatan tidak perlu khawatir memikirkan biaya ketika ia harus mendapatkan pelayanan kesehatan.
Begitu juga yang dikatakan Whidy Agung Nugraha (33), warga Dusun Cimuncang, Desa Baginda Sumedang Selatan, waktu ditemui Jamkesnews, Rabu (22/09).
Whidy mengaku bahwa dirinya sangat beruntung telah memiliki dan terlidungi oleh Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).
Whidy saat ini terdaftar sebagai peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat dari segmen Pekerja Penerima Upah (PPU).
Ia mengaku gajinya dipotong untuk membayar iuran JKN-KIS, meskipun ia terbilang jarang memanfaatkan program ini. Ia menegaskan hal tersebut tidak masalah baginya karena ia menganggap iuran yang dia bayarkan sebagai bentuk gotong royong dan bersedekah.
“Saya pernah menggunakan kartu saya untuk berobat ke RSU Sumedang dan kebetulan diagnosa demam berdarah, karena terasa demam tinggi, linu-linu terasa di sekitar badan, akhirnya di rawat di rumah sakit, klinik silih asih tempat saya terdaftar, pelayanannya sangat baik. Tidak ada perbedaan pelayanan dengan pasien umum. Saya juga tidak mengalami perlakuan yang tidak menyenangkan. Selain itu, tidak ada juga biaya yang harus saya keluarkan setelah berobat. Semua itu berkat Program JKN-KIS,” ungkapnya.
Bapak dari dua anak ini memiliki harapan agar Program JKN-KIS terus berlanjut. Menurutnya, di luar sana banyak orang yang tidak seberuntung dirinya yang memiliki pekerjaan dan upah tetap untuk membiayai kehidupan sehari-hari. Mereka yang tidak memiliki biaya berobat harus berpikir beribu-ribu kali untuk berkunjung ke dokter agar sembuh. Karena ketika mereka menggunakan uang yang dimiliki untuk biaya berobat, maka ada kebutuhan sehari-hari yang harus mereka korbankan.
“Adanya Program JKN-KIS ini dapat membantu meringankan biaya saat terkena sakit, baik itu rawat jalan maupun rawat inap. Orang-orang yang sakit tersebut bisa fokus untuk penyembuhan karena tidak lagi memikirkan biaya perawatan. Karena itu, bagi masyarakat yang belum mendaftarkan diri sebagai peserta JKN-KIS, segeralah mendaftar dan bayarlah iuran tepat waktu. Mari kita bantu negara kita untuk mewujudkan Indonesia yang lebih sehat dan maju,” pungkasnya. (BS/A)





