RADARSUMEDANG.id, Jatinunggal- Perhatian pemerintah tak akan berhenti dalam upaya mensejahterakan para petani. Produk produk pertanian pasca panen yang kerap terkendala oleh musim seperti musim penghujan yang mengakibatkan padi petani pasca panen sulit kering kini dapat diatasi dengan adanya alat pengering padi.
Kelompok Tani Sugema Desa Banjarsari Kecamatan Jatinunggal, misalnya, kini telah memiliki alat pengering padi model vertikal (Vertical Dryer) sebagai solusi untuk mengeringkan padi di kala musim penghujan.
Tak hanya itu, alat berkapasitas 10 ton padi tersebut ditunjang dengan prasarana berupa gedung megah yang menjadi ggudang tempat menyimpan gabah padi yang akan dikeringkan.
Yayat Suhayat selaku pendamping dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumedang mengemukakan, gedung beserta alat vertical dryer tersebut merupakan bantuan Kementerian Pertanian dari APBN Tahun 2021 dengan total anggaran Rp.1,5 miliar.
“Dari total anggaran Rp. 1,5 miliar, sebesar Rp. 300 juta pekerjaannya di swakelolakan oleh Poktan mulai dari bangunan dan lantai. Sedangkan untuk mesin, pengadaannya melalui e-Catalog perusahaan,” jelas Yayat.
dikatakannya, manfaat alat vertical dryer ini dapat membantu para petani agar kualitas hasil panennya tidak turun dengan lama pengeringan antara 10 sampai 12 jam.
“Kapasitas padi yang dikeringkan maksimal 10 ton dan hasilnya bisa langsung digiling karena kadar airnya sudah turun hingga 24 persen,” ujarnya.
Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir yang hadir meninjau unit pengeringan gabah tersebut mengatakan, vertical dryer system itu tentunya akan sangat membantu para petani dalam mengolah hasil pertaniannya. Terutama ketika terkendala pengeringan gabah di musim hujan.
“Jika gabah petani terkendala ketika musim hujan, pengeringan padinya dapat dilakukan di sini. Ada gedungnya, ada mesinnya. Nanti dikeringkan dan digiling baru bisa dijual,” ujarnyabelum lama ini.
Dikatakan Bupati, dalam pemasarannya Poktan Sugema bisa bekerja sama dengan BUMDes yang bisa menjadi supplier Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) agar bisa menyerap hasil panen para petani.
“Kita suplus untuk beras. Tetapi saya ingin ada added valuenya, ada nilai tambahnya. Oleh karena itu harus ada produk dalam bentuk kemasan 10 Kg. Dikemas dengan baik dan dipasarkan secara lebih luas,” tuturnya.
Sementara itu, Acung yang menjadi Ketua RT setempat dan anggota Poktan Sugema, mengucapkan rasa terima kasih atas bantuan dan perhatian yang diberikan pemerintah kepada para petani di Desa Banjarsari.
“Terima kasih kami atas perhatian dari Pemda Sumedang sehingga kami dapat menerima bantuan ini. Terima kasih yang sebesar-besarnya,” ujarnya.(cwp)







