Infrastruktur Jalan Buruk, Ermi Desak Pemda dan Pihak Tol Cisumdawu Segera Koordinasi dan Kolaborasi

oleh
oleh
IST TERJEBAK LUAPAN AIR: Sejumlah pengendara saat terjebak luapan air kecoklatan di ruas Jalan Legok-Conggeang, tepatnya di Dusun Cidempet, Desa Cibeureuyeuh, Kecamatan Conggeang.

RADARSUMEDANG.ID – Tokoh Masyarakat Conggeang, Ermi Triaji mendesak Pemerintah Daerah menindaklanjuti infrastruktur jalan yang buruk di wilayah kecamatan tersebut. Desakan itu pasca adanya sebuah video amatir yang beredar di media sosial saat hujan deras mengguyur kawasan Legok (Paseh) dan Conggeang di Kabupaten Sumedang pada Kamis (10/11) kemarin.

 

Dalam video tersebut nampak sejumlah pengendara kendaraan roda dua melaju pelan di luapan air kotor kecoklatan yang masuk ke jalan utama. Kata Ermi, sejak pembangunan proyek Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) akses jalan kabupaten di Jalur Legok-Conggeang mengalami rusak parah sehingga memberikan rasa tidak nyaman dan membahayakan para pengguna jalan.

 

Ia berharap ke depannya jangan sampai ada korban berjatuhan dengan kondisi infrastruktur yang buruk ini. Mengingat pada hari Kamis kemarin ada kasus pengendara motor yang terpeleset karena jalan licin.

 

“Kami prihatin, karena kerusakannya cukup parah akibat mobilitas pembangunan jalan Tol Cisumdawu. Saat itu kondisi jalur tersebut sudah tampak kotor karena penuh dengan tanah sehingga membuat jalanan menjadi licin. Bahkan, pengguna jalan juga akan sering menemui banyak lubang yang dapat mengancam keselamatan,” kata Ermi kepada wartawan, Jumat (11/11).

 

Selain kotor karena penuh dengan tanah, pada saat itu kondisi di Dusun Cidempet, Desa Cibeureuyeuh itu juga menjadi salah satu titik banjir juga yang mengakibatkan material batu dan tanah masuk ke jalan. Parahnya lagi, lubang-lubang jalan juga sudah besar dan dalam.

 

Kendati demikian sebagai salah seorang tokoh masyarakat di Conggeang, ia telah berkoordinasi dengan pihak tol. “Akan tetapi, karena masuk jalan kabupaten akhirnya dilempar kepada Kabupaten. Kemudian saya komunikasi juga ke Pemda. Alasannya karena jalur ini banyak dipakai mobilitas proyek tol,” ungkapnya.

 

Oleh sebab itu, Ermi mendesak agar Pemda dan pihak Tol Cisumdawu dapat segera berkoordinasi dan berkolaborasi. “Kalaupun misalkan tidak bisa melakukan perbaikan yang permanen, minimal bisa menambal beberapa titik yang membahayakan pengguna jalan. Biar perbaikan secara permanen boleh menunggu proyek tol selesai,” ujarnya.

 

Kemudian untuk titik-titik yang rusak berat harus segera diperbaiki juga, karena membahayakan pengguna jalan. Apalagi musim hujan yang curahnya tinggi menambah situasi yang kurang nyaman ketika berkendara. Dia juga meminta Anggota DPRD Sumedang Dapil III supaya peka melihat persoalan ini.

 

Menanggapi persoalan ini, Camat Conggeang, Tatang Setiadi membenarkan bahwa kejadian tersebut terjadi di wilayah tanjakan Cidempet, Desa Cibeureuyeuh. Pihaknya langsung mengundang pihak kontraktor (subkon dan maincon) yang terlibat dalam pembangunan Tol Cisumdawu untuk mencari solusi agar warga dan para pengendara tidak resah.

 

Kemudian, kedepannya bisa merasa nyaman dan tidak terganggu saat melintas. Menurut Tatang, jalan Legok-Conggeang saat ini rusak dan berlubang karena banyaknya kendaraan besar yang melintas. Bahkan, tidak jarang kendaraan-kendaraan besar tersebut menyebabkan macet saat hujan deras.

 

Selain itu air meluap ke badan jalan dari drainase di pinggir jalan karena sudah tidak mampu menampung air. Hal itu cukup mengganggu para pengendara yang melintas.

 

“Kami dengan kontraktor ingin memperbaiki jalan antara Legok Conggeang meski hanya bersifat sementara agar para pengendara nyaman. Namun, ada langkah yang dilakukan oleh pemerintah setempat untuk menjawab keresahan warga. Karena, perbaikan yang sebenarnya akan dilakukan saat pembangunan Tol Cisumdawu selesai oleh CKJT,” terang Tatang.

 

Lebih dari itu lanjut Tatang, ada beberapa solusi yang akan dilakukan di antaranya dengan menambal jalan berlubang memakai beton dengan kualitas yang lebih baik oleh pihak kontraktor. Kontraktor juga akan melakukan normalisasi dan perbaikan drainase yang mengalami kerusakan.

 

“Alhamdulillah dalam kegiatan rapat itu juga ada beberapa aspirasi dari pihak pemerintah desa di Kecamatan Conggeang. Semua aspirasi itu ditampung oleh pihak kontraktor untuk dilakukan perbaikan,” jelas Tatang. (jim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.