RADARSUMEDANG.id, BUAHDUA – Pemerintah Kabupaten Sumedang semakin mematangkan persiapan untuk tampil dalam ajang West Java Investment Roadshow (WJIR) 2025 yang digelar di BJB Tower, Jakarta, Selasa (23/9).
Dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat, Sumedang terpilih bersama sembilan daerah lain untuk mempresentasikan peluang investasi unggulan di hadapan sekitar 80 calon investor dari dalam dan luar negeri.
Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menegaskan pihaknya akan memanfaatkan momentum ini sebaik mungkin.
“Kita harus tampil berbeda, baik dalam presentasi maupun stand yang ditampilkan. Investor harus yakin bahwa menanamkan modal di Sumedang akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi sekaligus kesejahteraan masyarakat,” ujarnya usai memimpin rapat persiapan di Ruang Rapat Bupati, PPS, Senin (22/9).
Dalam forum tersebut, Sumedang mengusung proyek Integrasi Pengembangan Pertanian Organik Berbasis Ekonomi Sirkular di Desa Cikurubuk, Kecamatan Buahdua, dengan nilai investasi mencapai Rp139,8 miliar.
Proyek ini tidak hanya menawarkan budidaya padi organik, tetapi juga menghadirkan ekosistem pertanian terpadu. Di antaranya kawasan peternakan, pakan ternak di lahan seluas 40 hektare, pabrik pengolahan beras organik, serta fasilitas pengolahan pupuk organik.
Dony menyebut, konsep pertanian berkelanjutan di Cikurubuk sudah berjalan dan memiliki off taker yang siap menyerap hasil produksi.
“Potensi ini akan memberi dampak langsung kepada petani. Jika investor masuk, produksi meningkat, lapangan kerja bertambah, dan pendapatan masyarakat desa pun ikut naik,” ucapnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Tuti Ruswati, menambahkan WJIR 2025 akan menampilkan sepuluh peluang investasi unggulan Jawa Barat. Setiap daerah peserta mendapat kesempatan melakukan presentasi sekaligus menempati stand pameran.
Dengan dukungan konsep pertanian organik yang semakin diminati, Sumedang berharap Desa Cikurubuk dapat menjadi model integrasi pertanian modern yang ramah lingkungan sekaligus bernilai ekonomi tinggi.
“Investor yang tertarik bisa langsung menandatangani Letter of Intent (LoI) dengan pemerintah daerah,” pungkas Tuti. (jim)







