RADARSUMEDANG.id, PAMULIHAN – Sebuah rumah permanen milik Rudian (39), warga Dusun Cipareuag RT 03/05, Desa Haurngombong, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Bandung, roboh akibat tergerus longsor pada Senin (1/12) sekitar pukul 14.11 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, namun kerugian diperkirakan mencapai Rp 30 juta.
Kepala Desa Haurngombong, Dadang, yang langsung meninjau lokasi kejadian, membenarkan bahwa bagian belakang rumah yang dihuni Rudian bersama istri dan dua anaknya itu ambruk.
“Ini musibah yang menimpa warga kami di Dusun Cipareuag,” ujar Dadang.
Ia menduga, longsor dipicu tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir sehingga membuat struktur tanah menjadi labil. Apalagi bangunan berdiri di atas tebing setinggi sekitar tiga meter sehingga rawan terbawa longsor.
“Posisi bangunan berada di tepian tanah yang rawan longsor. Kebetulan hanya sebagian yang terbawa,” katanya.
Beruntung, bagian rumah yang ambruk berbatasan dengan lahan kebun sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. Meski begitu, kejadian tersebut menimbulkan kekhawatiran bagi warga, terutama bangunan lain di sekitar lokasi.
“Kami sudah melaporkan peristiwa ini. Semoga segera mendapat perhatian dari pemerintah,” imbuhnya.
Saat ini, Pemerintah Desa Haurngombong bersama warga tengah melakukan evakuasi dan menyelamatkan barang-barang yang masih bisa dipertahankan.
Selain kejadian itu, musibah lain juga melanda Pondok Pesantren Riyadul Mutaqien di Dusun Simpang, Desa Haurngombong. Dinding bangunan pesantren jebol pada Minggu (30/11) malam akibat tanah longsor, sehingga kegiatan belajar mengajar sementara terhenti. Kerugian akibat peristiwa tersebut diperkirakan mencapai Rp 50 juta. (tha)





