Target Wisata Sumedang 2025 Naik, Akses Baru Jatigede Dongkrak Minat Pengunjung

oleh
Sejumlah wisatawan saat santai di Taman Seribu Cahaya, Desa Pakualam, Kecamatan Damaraja dengan latar belakang gugusan Pulau Bendungan Jatigede.

RADARSUMEDANG.id, SUMEDANG – Menjelang liburan akhir semester sekolah serta libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, Pemerintah Kabupaten Sumedang melihat momentum ini sebagai peluang besar untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisata. Berbagai destinasi di Sumedang selama ini memang selalu menjadi magnet wisatawan pada periode libur panjang.

Kepala Bidang Pariwisata Disparbudpora Kabupaten Sumedang, Egi Powi Proyegi, mengatakan bahwa pada tahun 2025 pihaknya menargetkan 1,15 juta kunjungan wisata, atau naik sekitar 100 ribu dari target tahun sebelumnya.

“Kami berharap capaian tahun ini kembali bisa melampaui target. Libur sekolah dan Nataru menjadi momentum penting untuk mendongkrak jumlah wisatawan,” ujar Egi, Rabu (3/12/2025).

Menurut Egi, pembukaan dan perbaikan sejumlah akses jalan ikut memberi dampak signifikan terhadap peningkatan jumlah pengunjung. Salah satunya Jalan Lingkar Utara Jatigede dari arah Pasir Hingkik, yang kini memiliki lebar memadai sehingga dapat dilalui kendaraan besar, termasuk bus pariwisata.

“Dengan akses yang lebih nyaman, destinasi seperti Tanjung Duriat dan kawasan Jatigede lainnya makin mudah dijangkau. Ini berpengaruh besar pada minat wisatawan, terutama rombongan,” jelasnya.

Selain kawasan Jatigede, Objek Wisata Air Panas Cileungsi di Kecamatan Buahdua juga diperkirakan akan kebanjiran pengunjung. Fasilitas yang semakin lengkap serta akses jalan yang cukup baik membuat lokasi ini jadi pilihan wisata keluarga dari dalam maupun luar Sumedang.

“Pengunjung ke Cileungsi cukup banyak dari Indramayu dan wilayah pesisir. Mereka memilih Sumedang karena nyaman dan tidak terlalu jauh,” kata Egi.

Ia menambahkan, berbagai event komunitas yang biasanya digelar selama libur panjang juga diprediksi ikut menambah daya tarik wisata Sumedang.

Menjelang musim kunjungan, Disparbudpora mengingatkan pengelola destinasi untuk memperkuat standar keselamatan wisata. Imbauan tersebut mencakup penyediaan titik kumpul di area rawan, penambahan rambu peringatan di kawasan berbukit dan dekat air, pemeriksaan jalur evakuasi, hingga peningkatan pengawasan di destinasi air melalui penyediaan pelampung dan patroli keamanan.

“Kami meminta pengelola memperketat aspek keselamatan demi kenyamanan wisatawan. Lonjakan kunjungan harus dibarengi kesiapan fasilitas,” ucapnya.

Egi menyebutkan bahwa pada 2024 lalu, target kunjungan wisata sebesar 1,05 juta pengunjung. Namun realisasinya justru melesat hingga 1,8 juta pengunjung. Karena itu, pihaknya optimistis target 1,15 juta di tahun 2025 kembali dapat terlampaui.

Pemkab menilai bahwa meningkatnya kunjungan wisata akan berdampak langsung pada perekonomian masyarakat, mulai dari pedagang, pelaku UMKM, hingga sektor transportasi dan jasa lainnya.

Meski begitu, Egi mengingatkan bahwa tingginya angka kunjungan juga dipengaruhi kondisi cuaca. “Kami berharap cuaca cerah selama libur sekolah dan Nataru sehingga wisatawan dapat berkunjung dengan aman,” pungkasnya. (jim)

No More Posts Available.

No more pages to load.