RADARSUMEDANG.id, KOTA — Siswa-siswi SDIT Insan Sejahtera Sumedang menggelar kegiatan Market Day di sekolah pada Rabu, 10 Desember 2025. Kegiatan ini diisi oleh siswa kelas 1 yang menampilkan berbagai stand bertema kuliner Nusantara dari beragam daerah di Indonesia. Setiap kelas menghadirkan booth atau stand dengan konsep yang unik dan menarik.
Salah satu stand yang mencuri perhatian adalah Al Farghani Class dengan tema The Kingdom of Palembang, yang menyajikan aneka jajanan khas Palembang dengan harga ramah di kantong, mulai Rp1.000 hingga Rp5.000. Di antaranya Es Jagung Seger Betul dalam cup serta Pempek Kenyal Nian yang dijual Rp5.000.
Adapun Ibnu Qurra Class menampilkan tema Yogyakarta Pride. Para siswa mengenakan pakaian adat khas Yogyakarta dan menyajikan jajanan tradisional dari kota yang dikenal dengan kuliner gudeg tersebut.

Selain itu, berbagai kelas lainnya juga menyuguhkan kuliner dari sejumlah daerah, mulai dari Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, hingga Bugis-Makassar. Seluruh siswa mengenakan pakaian adat sesuai daerah kuliner yang mereka tampilkan, sehingga menambah kemeriahan suasana.
Acara tampak semarak dengan kehadiran siswa, guru, dan orang tua. Para siswa terlihat antusias menjelaskan menu, menawarkan produk, dan melayani pembeli di stand masing-masing.
Kepala SDIT Insan Sejahtera, Destryana Riffandi, SE, MPd, mengatakan bahwa Market Day menjadi ajang belajar berwirausaha sekaligus sarana mengenalkan keberagaman kuliner Nusantara.
“Melalui Market Day ini, siswa dapat mengembangkan kreativitas, semangat berinovasi, dan kemampuan berwirausaha sejak dini. Mereka juga belajar bekerja sama dan mengenal kekayaan kuliner serta adat budaya dari berbagai daerah di Nusantara,” ungkapnya.
Pembina Yayasan Mitra Insan Sejahtera, Hj. Yani Citraeni, SE, MPd, yang akrab disapa Umi Yani, juga menegaskan bahwa Market Day merupakan kegiatan pendidikan yang sangat penting untuk membentuk karakter dan keterampilan hidup siswa.

Menurutnya, dalam Market Day para siswa tidak hanya menampilkan produk makanan atau minuman olahan, tetapi juga kerajinan tangan dan berbagai karya kreatif lain yang dikemas menarik.
Kegiatan ini melatih jiwa kewirausahaan sejak dini, mulai dari menghitung modal, memahami untung-rugi, hingga mengelola stand secara mandiri,” jelasnya.
Umi Yani menambahkan bahwa Market Day juga membantu siswa mengasah kemampuan komunikasi, negosiasi, numerasi, hingga manajemen keuangan sederhana.
“Anak-anak belajar menawarkan produk, berbicara dengan percaya diri, bekerja sama dengan teman, hingga memahami konsep pasar kecil seperti permintaan dan penawaran,” tuturnya.
Ia menilai kegiatan ini juga menjadi sarana mengenalkan produk lokal serta kekayaan Nusantara kepada siswa. “Mereka belajar mengapresiasi makanan dan kerajinan dari daerah lain, sehingga tumbuh rasa bangga terhadap budaya Indonesia,” pungkasnya.(Rik)







