RADARSUMEDANG.id, KOTA SUMEDANG – Jabatan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Sumedang resmi berganti. Ratri Handoyo Eko Saputro digantikan oleh Agung Hascahyo dalam prosesi pisah sambut yang digelar di Lapas Kelas IIB Sumedang, Senin (15/12) siang.
Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Ratri Handoyo Eko Saputro atas dedikasi, komitmen, dan kerja kerasnya selama menjabat sebagai Kalapas Kelas IIB Sumedang sejak 2023.
“Berbagai capaian dan inovasi yang telah ditorehkan menjadi warisan positif yang akan terus memberi manfaat, tidak hanya bagi lembaga pemasyarakatan, tetapi juga bagi masyarakat Kabupaten Sumedang secara luas,” ujar Fajar.
Menurutnya, capaian tersebut membuktikan bahwa Lapas Kelas IIB Sumedang tidak hanya menjalankan fungsi pengamanan, tetapi juga pembinaan, penumbuhan keterampilan, serta persiapan bagi warga binaan agar dapat kembali ke tengah masyarakat dengan martabat dan masa depan yang lebih baik.
“Keberhasilan ini tentu tidak lepas dari doa, kesabaran, dan dukungan keluarga besar Bapak Ratri selama bertugas di Sumedang. Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih atas pengorbanan yang telah diberikan,” imbuhnya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati juga menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat bertugas kepada Kalapas Kelas IIB Sumedang yang baru, Agung Hascahyo.
“Kami menyambut kehadiran Bapak Agung Hascahyo di Sumedang dengan penuh optimisme. Pengalaman pengabdian lintas wilayah dan lintas fungsi yang dimiliki menjadi bekal penting dalam memimpin Lapas Kelas IIB Sumedang,” tuturnya.
Ia menambahkan, pengalaman tersebut diyakini akan memperkuat sinergi antara lembaga pemasyarakatan dan pemerintah daerah, serta mendorong lapas tidak hanya menjadi tempat pembinaan, tetapi juga ruang tumbuhnya harapan dan masa depan yang lebih baik bagi warga binaan.
“Bagi kami, lapas bukan hanya institusi vertikal, melainkan mitra strategis pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas sosial, membangun sumber daya manusia, serta menyiapkan warga binaan agar mampu kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang produktif dan berdaya guna,” tandasnya. (gun)







