RADARSUMEDANG.id, KOTA – SDIT Insan Sejahtera Sumedang melaksanakan kegiatan Student Led Conference (SLC) bagi siswa kelas 2 hingga kelas 6 pada 22–23 Desember 2025. Kegiatan ini mengusung tema “My Learning Journey: Every Step Matters”.
Melalui Student Led Conference, siswa diberi ruang untuk mempresentasikan sendiri perkembangan belajar, capaian akademik, hingga refleksi atas proses pembelajaran yang telah dijalani selama satu semester. Orang tua hadir sebagai pendengar utama, sementara guru berperan sebagai fasilitator.
Dalam salah satu sesi presentasi, siswa membuka pemaparannya dengan menyapa orang tua, “Assalamualaikum Mom & Dad,” sebelum menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran mereka dalam mendengarkan laporan kemajuan belajar. Siswa tersebut menjelaskan bahwa seluruh nilai yang diperoleh merupakan hasil kerja kerasnya sendiri dan menyampaikan rasa bahagia karena telah berusaha maksimal.
Ia mengungkapkan capaian tertinggi pada mata pelajaran IPAS. Namun, siswa juga secara jujur menyampaikan adanya mata pelajaran yang nilainya belum sesuai harapan, yakni robotik, yang menurutnya disebabkan oleh kurangnya latihan. Refleksi ini menunjukkan kemampuan siswa dalam menilai kelebihan dan kekurangan diri secara objektif.
Selain itu, siswa memaparkan mata pelajaran yang paling dikuasai dan disukai, seperti KOK, Matematika, dan taktis, karena dapat dikaitkan dengan aktivitas fisik dan permainan. Untuk semester depan, ia menargetkan mampu mempertahankan prestasi yang telah diraih serta meningkatkan kemampuan di bidang yang masih perlu diperbaiki.

Tidak hanya akademik, presentasi juga memuat keterlibatan siswa dalam berbagai kegiatan sekolah, seperti Upskill, Green Heroes, keputerian, dan Martial Arts. Siswa menyebut kegiatan keputerian dan Martial Arts sebagai aktivitas favorit karena dapat belajar sambil bermain serta memperluas pertemanan. Ia juga menyampaikan rasa senang memiliki teman-teman dekat di sekolah.
Menutup presentasinya, siswa menyampaikan harapan untuk mencoba hal-hal baru dan belajar lebih banyak lagi pada semester berikutnya, seraya mengutip penilaian guru bahwa dirinya telah menunjukkan perkembangan yang lebih baik dibandingkan sebelumnya. Presentasi diakhiri dengan ucapan terima kasih kepada orang tua atas perhatian dan dukungan yang diberikan.
Kepala SDIT Insan Sejahtera, Destryana Riffandi, SE, MPd, mengatakan Student Led Conference merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam menerapkan pembelajaran yang berpusat pada siswa.
“Melalui kegiatan ini, anak-anak belajar mengenali potensi diri, berani menyampaikan capaian maupun kekurangannya, serta bertanggung jawab atas proses belajarnya sendiri. Ini adalah bekal penting untuk membangun karakter percaya diri dan reflektif,” ujarnya.
Sementara itu, Pembina Yayasan Mitra Insan Sejahtera, Hj Yani Citraeni, SE, MPd, menegaskan bahwa keterlibatan orang tua menjadi kunci keberhasilan pendidikan.
“Student Led Conference menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara siswa, orang tua, dan sekolah. Kami ingin orang tua benar-benar memahami proses belajar anak, bukan hanya hasil akhirnya,” tutur Umi Yani sapaannya.
Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan visi yayasan dalam membangun pendidikan yang holistik, menyeimbangkan aspek akademik, karakter, serta keterampilan abad ke-21.
Melalui Student Led Conference, SDIT Insan Sejahtera berharap siswa semakin termotivasi untuk terus berkembang, sementara orang tua dapat berperan aktif dalam mendampingi perjalanan belajar anak secara berkelanjutan.
Kegiatan Student Led Conference ini menjadi sarana pembelajaran bermakna yang melatih kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, serta tanggung jawab siswa terhadap proses belajarnya sendiri. SDIT Insan Sejahtera menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang berpusat pada siswa dan melibatkan orang tua secara aktif dalam proses pendidikan.(Rik)






