Kunjungan Turis Mancanegara Meningkat ke Museum Prabu Geusan Ulun dan Keraton Sumedang Larang

oleh
oleh

RADARSUMEDANG.ID – Setelah viral Kirab Mahkota Binokasih melalui sejumlah media sosial (Medsos), terjadi peningkatan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Museum Prabu Geusan Ulun dan Keraton Sumedang Larang. Radya Anom Keraton Sumedang Larang (KSL), Raden Luky Djohari Soemawilaga menyebutkan, dalam satu bulan terakhir ini tercatat lebih dari 20 turis mancanegara yang telah berkunjung ke dua objek tersebut.

 

Para turis mancanegara tadi antara lain dari Rusia, Slovakia, Kanada dan Amerika serta lainnya. “Waktu kami wawancarapun, turis-turis asing ini ada rasa kepenasaran ingin mengetahui langsung Mahkota Kerajaan Sunda yang ada di Sumedang, setelah sebelumnya mereka melihat di beberapa Medsos,” terang Raden Luky.

 

Sebagaimana diketahui, kegiatan Kirab Mahkota Binokasih dalam rangka Milangkala Tatar Sunda berintegrasi dengan Pemprov Jabar. Pihaknya bersyukur dengan adanya kirab mahkota itu memberikan dampak positif untuk kepariwisataan dan kebudayaan yang ada di Sumedang khususnya dan umumnya di tatar Sunda.

 

“Karena kami merasakan itu, tingkat kunjungan turis asing meningkat. Untuk kolerasi dalam satu bulan ini sudah ada lebih dari 20 orang dari berbagai negara kesini. Fokus utama para turis dimaksud melihat Mahkota Binokasih, selain itu melihat-lihat yang lain juga yang ada di museum dan keraton,” jelasnya.

 

Sehubungan itu pihaknya berharap progres kedepan demi lebih meningkatkan potensi tingkat kunjungan wisatawan melalui sinergitas bersama pemerintah. “Kami memohon, mudah-mudahan program revitalisasi museum dan keraton bisa direalisasikan dalam waktu dekat,” harapnya.

 

Raden Luky menambahkan, potensi kekuatan budaya harus dikembangkan dan dilestarikan serta dijaga sebagai aset nasional untuk kepentingan kemajuan kebudayaan Sunda itu sendiri. Meningkatkan kepariwisataan dan ekonomi masyarakat, seiring meningkatnya angka kunjungan maka harus ditopang dengan pembenahan museum dan keraton agar lebih baik kedepannya.

 

“Saya yakin ini akan menjadikan kekuatan menciptakan daya saing daerah berbasis budaya, daya magnit meningkatkan kunjungan wisatawan baik domestik maupun luar negeri,” paparnya seraya menambahkan, dengan adanya peningkatan jumlah pengunjung, membawa dampak pertumbuhan ekonomi daerah.

 

Para wisatawan hadir bukan hanya sebatas melihat mahkota dan benda pusaka, mereka juga akan membawa oleh-oleh dan mencari tempat makan serta penginapan yang sudah jelas meningkatkan pendapatan daerah. “Bila dipupuk dan ditingkatkan, saya yakin Sumedang jadi Yogya dua. Kepariwisataan dan budaya jadi barometer. Karena potensi budaya Sumedang itu luar biasa dari sisi sejarah dan budaya,” pungkas Raden Luky.

 

Tidak lupa Raden Luky memberikan apresiasi dan terimakasih ke Pemprov Jabar dan gubernur KDM beserta jajaran yang sudah memberikan kontribusi mengangkat nilai sejarah budaya, khususnya Sumedang ke tingkat lebih tinggi. Pemprov Jabar berperan memberikan dampak meningkatkan kunjungan wisatawan.

 

“Apabila dipupuk, dioptimalisasi penataan revitalisasi serta peningkatan SDM, yakin Jabar akan lebih menjadi tujuan turis domestik dan internasional,” tutupnya. (tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.