RADARSUMEDANG.id, UJUNGJAYA – Tiga ruang kelas di SDN Sukamulya, Desa Sukamulya, Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang, dilaporkan mengalami kerusakan parah. Kondisi bangunan yang semakin rapuh memicu kekhawatiran para orang tua siswa karena dinilai membahayakan keselamatan anak-anak saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.
Kerusakan terlihat di berbagai bagian bangunan. Sejumlah jendela tidak lagi memiliki kaca, kusen kayu lapuk, serta rangka atap mengalami keropos dan patah di beberapa titik.
Selain itu, lantai dan dinding sekolah tampak mengelupas, sementara atap dan plafon dalam kondisi rusak berat sehingga kebocoran kerap terjadi saat hujan turun.
Kondisi tersebut membuat para orang tua khawatir, terlebih saat memasuki musim penghujan yang disertai angin kencang. Mereka menilai ruang kelas yang rusak sudah tidak layak digunakan untuk proses belajar mengajar. Namun, karena keterbatasan ruang, kelas dua dan kelas lima yang mengalami kerusakan hingga kini masih dipakai oleh para siswa.
Juju, salah seorang orang tua siswa, mengaku cemas setiap kali anaknya berangkat ke sekolah. Menurutnya, kondisi ruang kelas kelas dua sangat tidak layak dan berpotensi membahayakan keselamatan murid.
“Kondisi bangunan sangat tidak layak. Kami khawatir anak-anak ketimpa bangunan kalau bangunan roboh. Kami berharap segera ada perbaikan agar anak-anak bisa belajar dengan aman dan nyaman,” ujarnya, Jumat (26/6).
Kekhawatiran serupa disampaikan Ade Entin, orang tua siswa kelas dua. Ia menilai kondisi bangunan yang rusak membuat anak-anak merasa tidak nyaman dan tidak aman selama mengikuti pelajaran.
“Kalau melihat kondisi seperti ini, ruang kelas sangat membahayakan bagi murid-murid. Kami takut jika terjadi angin kencang, bangunan bisa roboh saat kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung,” katanya.
Para orang tua berharap pemerintah dan instansi terkait segera melakukan perbaikan terhadap ruang kelas yang rusak. Mereka menginginkan kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan aman dan nyaman, serta terhindar dari risiko yang membahayakan siswa maupun tenaga pendidik.
“Harapannya ya ingin segera diperbaiki demi kenyamanan dan keselamatan semuanya. Karena ini bangunan bisa roboh kapan saja,” imbuhnya. (gun)





