Ketua Apdesi Sumedang Welly Sanjaya Soroti Sejumlah ATS Jadi Pemulung Perlu Didorong Masuk Sekolah Rakyat

oleh
oleh
Welly Sanjaya

RADARSUMEDANG.ID Sejumlah Anak Tidak Sekolah (ATS) menjadi pemulung menuai sorotan Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Sumedang, Welly Sanjaya. Para ATS tersebut perlu didorong agar mereka mendapatkan pendidikan layak, salah satunya melalui program Sekolah Rakyat (SR).

 

Secara diam-diam, Welly pernah mengamati aktivitas sejumlah ATS yang menjadi pemulung. Tujuannya ingin mengetahui kondisi serta alasan anak-anak tersebut turun ke jalan mencari barang bekas.

 

“Saya pernah mengikuti anak-anak ini diam-diam. Saya ingin tahu mereka dari mana, bagaimana kondisinya dan kenapa mereka sampai menjadi pemulung,” kata Welly pada Minggu (16/8/2026).

 

Dari sejumlah anak yang sudah diamatinya itu, salah seorang di antaranya diketahui warga Blok Darangdan, Kelurahan Kotakulon, Kecamatan Sumedang Selatan. Anak tersebut ternyata masih berada pada usia sekolah.

 

Hasil temuan tadi sudah disampaikannya ke Dinas Sosial (Dinsos) agar keberadaan anak-anak tersebut mendapat perhatian dan penanganan. “Karena mereka harus mendapatkan perhatian. Jangan sampai anak-anak yang seharusnya sekolah justru waktunya digunakan untuk mencari nafkah,” tandasnya.

 

Lebih lanjut Welly menilai bahwa persoalan anak pemulung tidak semata-mata berkaitan dengan masalah ekonomi, akan tetapi juga menyangkut hak anak atas pendidikan. Sehingga ia mendorong pemerintah melakukan pendataan dan pendampingan agar mereka dapat kembali bersekolah.

 

“Kalau memang ada Sekolah Rakyat, saya kira ini bisa menjadi solusi. Anak-anak tersebut bisa kita sekolahkan, sehingga mereka memiliki kesempatan untuk belajar, mendapatkan pendidikan dan masa depan yang lebih baik,” pungkas Welly.

 

Pihaknya berharap penanganan tidak berhenti pada bantuan sosial. Pemerintah perlu memastikan anak-anak tersebut kembali ke sekolah dan tidak terus berada di jalan.

 

“Jangan hanya kita lihat hari ini mereka sebagai pemulung. Kita harus melihat masa depannya. Mereka adalah generasi penerus yang harus kita selamatkan melalui pendidikan,” tutup Welly yang juga Kepala Desa (Kades) Serang, Kecamatan Cimalaka. (tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.