RADARSUMEDANG.id, CIMANGGUNG – Pemerintah Kabupaten Sumedang terus memacu penyelesaian pembangunan Gedung UPTD Puskesmas Cimanggung di Jalan Parakanmuncang, Desa Sindanggalih. Fasilitas kesehatan dua lantai tersebut ditargetkan sudah dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat secara penuh mulai 1 Januari 2027.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir meninjau langsung progres pembangunan pada Senin (21/9). Dalam kunjungan tersebut, Dony bersama Pimpinan Proyek, Kepala Dinas Kesehatan Sumedang Dikdik Sadikin, Kepala Dinas Perhubungan Herman, serta Plt. Camat Cimanggung Agus Beni Triyadie mengecek sejumlah bagian konstruksi gedung.
Dony meminta seluruh pihak terkait memastikan pembangunan selesai sesuai target tanpa mengesampingkan kualitas pekerjaan. Menurutnya, percepatan pembangunan harus tetap mengacu pada spesifikasi teknis sehingga gedung aman dan dapat digunakan dalam jangka panjang.
“Saya minta Camat, Dinas Kesehatan dan Dinas PU memastikan pembangunan ini berjalan tepat waktu. Jika menemukan kendala teknis di lapangan, segera koordinasikan solusi terbaiknya,” ujar Dony saat meninjau lokasi proyek.
Ia juga membuka opsi penambahan tenaga kerja maupun percepatan distribusi material apabila dibutuhkan untuk mengejar target penyelesaian pada awal Desember 2026. Namun, percepatan tersebut tidak boleh mengurangi mutu konstruksi.
Gedung baru UPTD Puskesmas Cimanggung dibangun di atas lahan seluas 2.752 meter persegi. Bangunan utama terdiri atas dua lantai, dengan luas lantai dasar 546,10 meter persegi dan lantai dua mencapai 491,40 meter persegi.
Selain memastikan pembangunan fisik berjalan sesuai rencana, Pemkab Sumedang turut memperhatikan aspek keselamatan lalu lintas. Pasalnya, lokasi Puskesmas berada di tepi jalur dengan aktivitas kendaraan yang cukup padat.
Karena itu, Dinas Perhubungan diminta melengkapi area depan Puskesmas dengan fasilitas keselamatan jalan, di antaranya warning light atau lampu peringatan serta zebra cross.
“Saya minta Dinas Perhubungan melengkapi area depan gedung dengan warning light dan zebra cross untuk keamanan penyeberang jalan serta pasien,” tambah Dony.
Pemkab Sumedang tidak berhenti pada pembangunan gedung pelayanan tahap pertama. Setelah layanan mulai beroperasi pada awal 2027, pemerintah daerah berencana melanjutkan pembangunan fasilitas rawat inap pada tahun anggaran berikutnya. (tha)







